Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:03 WIB

KNTI Minta Simulasi Cantrang Disegerakan

Oleh : - | Sabtu, 2 September 2017 | 17:18 WIB
KNTI Minta Simulasi Cantrang Disegerakan
Ketua KNTI, Marthin Hadiwinata - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) bersama pemerintah daerah dan masyarakat, melakukan simulasi cantrang.

"Kami merekomendasikan untuk bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi nelayan, serta tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan simulasi dan pemantauan lapangan guna mengetahui operasionalisasi cantrang dari berbagai ukuran," kata Ketua KNTI, Marthin Hadiwinata dalam rilis di Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Kata Marthin, proses pengkajian operasionalisasi cantrang secara transparan itu diharapkan dapat menjawab pertanyaan terkait status merusak atau tidak merusaknya alat tangkap cantrang, lalu semua pihak diharapkan dapat menerima hasilnya.

Selain itu, KNTI juga menginginkan pemerintah dapat gencar dalam mensosialisasikan dan menyelenggarakan pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan secara lebih masif.

KNTI juga ingin disiapkan kema pembiayaan untuk membantu peralihan ke alat tangkap ramah lingkungan melalui organisasi nelayan atau kelembagaan koperasi nelayan, serta mendukung tumbuh kembangnya koperasi nelayan guna peningkatan kesejahteraan nelayan.

Organisasi tersebut juga mengajak agar pada masa perpanjangan moratorium ini agar semua pihak dapat menahan diri mencegah konflik dan kriminalisasi.

Sebelumnya, KKP dinilai perlu untuk lebih mengedepankan dialog dalam mengatasi persoalan penggantian alat tangkap cantrang yang selama ini telah bertahun-tahun dipakai oleh sejumlah kalangan nelayan.

"Sebenarnya untuk fase awal penggantian alat tangkap cantrang, KKP perlu mengedepankan pendekatan sosial dan dialog dengan kelompok nelayan pengguna cantrang," kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch, Abdi Suhufan.

Menurut dia, selama ini banyak usaha penangkapan ikan masih bercirikan tradisional dalam kelompok yang bersifat informal.

Dengan demikian, lanjutnya, seharusnya aturan dan syarat formal yang ditetapkan KKP terkait kategori penerima bantuan alat tangkap juga selayaknya jangan terlalu formal dan kaku sehingga sulit dipenuhi para nelayan.

"KKP mestinya sudah punya profil dan peta nelayan, juragan dan kelompok pengguna cantrang. Ini yang perlu didekati secara intensif melalui pendampingan," papar Abdi.

Ia mengungkapkan, beragam pendampingan yang dilakukan antara lain terkait dengan penguasaan teknologi yang tepat, persyaratan administrasi, hingga pemberian motivasi kepada mereka.

Abdi berpendapat bahwa dalam kondisi sulit seperti saat ini, nelayan eks-cantrang dalam kondisi tertekan karena mereka kebingungan dengan regulasi yang berubah-ubah, cuaca yang tidak menentu dan menurunnya hasil tangkapan dengan alat tangkap pengganti. [tar]

Komentar

 
x