Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:24 WIB

Mentan Klaim Aman Penyakit Antraks

Oleh : M Fadil Djailani | Minggu, 3 September 2017 | 12:17 WIB
Mentan Klaim Aman Penyakit Antraks
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wilayah Sulawesi Selatan saat ini geger lantaran ditemukan sapi yang mengandung virus antraks, apalagi bertepatan dengan perayaan Idul Adha 1438 Hijriah, namun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kasus tersebut sudah diatasi oleh anak buahnya.

"Sudah dengan Pak Dirjen (peternakan), sudah aman," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (2/9/2017).

Kata Amran Kementan sudah bergerak cepat setelah mendapat laporan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengenai temuan sapi yang terinfeksi virus antraks di wilayahnya.

Untuk itu dirinya langsung meminta kepada bawahannya untuk segera bergerak. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit antraks yang lebih luas lagi kepada sapi-sapi lainya.

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan dirinya telah mengerahkan sebuah tim untuk terjun langsung ke lokasi menangani masalah tersebut dan memastikan masalah antraks di Maros tersebut sudah bisa diatasi.

"Antrax di Maros sudah ditangani dengan baik. Sebenarnya kita tahu, sudah turunkan tim pada 30 Agustus. Terus kita bagi, ada dari pusat ada dari dinas daerah," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga memberikan bantuan berupa vaksinasi kepada masyarakat sekitar untuk pencegahan virus antraks. Di sisi lain juga. tim yang diterjunkan juga memberikan pengarahan kepada masyarakat bahwa daging sapi yang sudah mati dan terkena virus antraks agar tidak dikonsumsi.

"Dari situ kita berinawarness pengarahan pada masyarakat supaya dilakukan vaksinasi antraks. Kita juga berikan awarness jangan sampai sapi antraks dimakan," katanya.

"Kita sudah bantu obat vaksin sarana prasarana untuk penanganan. Kita tidak anggap remeh setiap outbreak. Kita punya sistem info kesehatan hewan, beitu ada kasus dilaporkan langsung disikapi," ujarnya. [hid]

Tags

 
x