Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:33 WIB

BPS: Hati-hati Inflasi di Akhir Tahun

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 4 September 2017 | 12:12 WIB
BPS: Hati-hati Inflasi di Akhir Tahun
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto menyebut ancaman inflasi pada akhir tahun 2017, pasalnya pada saat itu ada momen perayaan besar yakni natal dan libur tahun baru.

"Yang perlu waspada Desember (2017) ada natal dan tahun baru," kata Kecuk di Kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Kecuk mengungkapkan pada moment tersebut biasanya harga-harga kebutuhan akan melonjak tinggi, seperti bahan makanan dan biaya transportasi.

"Tapi tugasnya BPS bukan untuk memprediksi, namun untuk mengingatkan saja," kata Kecuk.

Meski begitu dirinya optimistis bahwa target laju inflasi pada tahun ini yang sebesar 4,3% dalam RAPBN 2017 dapat tercapai, dengan koordinasi semua pihak dalam menjaga laju harga kebutuhan bagi masyarakat.

"Saya tetap optimistis laju inflasi pada tahun ini akan sesuai target, karena grafiknya sudah sesuai pattern di tahun 2016 lalu," katanya.

Asal tahu saja BPS baru saja merilis indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07% month to month.

Dari 82 kota IHK, 47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08% dengan IHK sebesar 128,03 dan terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03% dengan IHK 133,21.

Sementara inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09% dengan IHK sebesar 125,68 dan terendah terjadi di Batam sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 129,50.

Sementara untuk tingkat inflasi tahun kalender (JanuariAgustus) 2017 sebesar 2,53% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82%.Komponen inti pada Agustus 2017 mengalami inflasi sebesar 0,28%.

Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (JanuariAgustus) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,15% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 2,98%. [uji]

 
Embed Widget

x