Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:32 WIB

Bos BPS Harap HET Beras Bisa Tekan Laju Inflasi

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 4 September 2017 | 12:54 WIB
Bos BPS Harap HET Beras Bisa Tekan Laju Inflasi
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto berharap batas atas harga beras ditingkat konsumen dapat menekan laju inflasi.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah mengundangkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras premium dan medium melalui butir patah maksimal sejak 1 September 2017.

"Seberapa jauh itu (HET beras) akan tercermin di angka inflasi bulan September 2017 yang akan dirilis BPS pada awal Oktober 2017," kata Kecuk saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Kecuk menambahkan dengan adanya aturan ini, harga beras bisa lebih terkendali dan akibatnya laju inflasi bisa lebih kalem. Dirinya mengungkapkan laju inflasi dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran yakni bahan makanan, salah satunya komoditas beras.

"Kita semua berharap dengan adanya harga eceran tertinggi itu harga beras bisa dikendalikan, bisa lebih normal dan bisa seperti sekarang bahwa harga bahan makanan itu deflasi pada Agustus ini," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan akan terus melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada para pedagang untuk memberikan informasi sedetail-detailnya terkait kebijakan HET Beras.

"Saya ini dengan pedagang hampir sekali dua kali komunikasi terus. Ini sesuatu yang baik. Pedagang menerima, pemerintah sosialisasikan. Jadi kita harapkan yang baik kedepannya," kata Amran.

Menurut Amran kebijakan HET beras ini sangat menguntungkan bagi semua pihak, baik petani, pedagang dan konsumen. Sehingga dirinya berharap kebijakan ini bisa cepat dilaksanakan dan implementasikan.

"Ya makin cepat makin bagus. Pedagangnya patuh-patuh. Terkait dengan sanksi yang bakal diterima pedagang jika masih bandel menjual beras di atas HET, Amran hal itu tidak perlu dilakukan. "Jangan lah ada sanksi. Kita rangkulan. Jangan ribut-ribut," ucapnya.

Berikut daftar harga eceran tertinggi beras medium dan premium yang mulai berlaku Jumat kemarin (1/9/2017).

Jawa, Lampung, Sumatera Selatan: medium Rp 9.450/kg, premium Rp 12.800/kg

Sumatera lainnya: medium Rp 9.950/kg, premium Rp 13.800/kg

Bali dan NTB: medium Rp 9.450/kg, Rp premium Rp 12.800/kg

NTT: medium Rp 9.950/kg; premium Rp 13.300/kg

Sulawesi: medium Rp 9.450/kg; premium Rp 12.800/kg

Kalimantan: medium Rp 9.950/kg; premium Rp 13.300/kg

Maluku dan Papua: Medium Rp 10.250/kg; premium Rp 13.600/kg. [uji]

 
Embed Widget

x