Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:33 WIB

Deflasi Agustus, Bos BPS Bantah Daya Beli Rontok

Oleh : Muhammad Fadil Djaelani | Senin, 4 September 2017 | 14:15 WIB
Deflasi Agustus, Bos BPS Bantah Daya Beli Rontok
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) pada Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07%. Angka ini lebih rendah dibandingkan pada bulan Juli 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,22%. Apakah deflasi ini masih menunjukan daya beli masyarakat masih rontok?

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto membantah hal tersebut. Menurut dia, deflasi yang terjadi pada Agustus 2017 atau pascaliburan hari raya Idul Fitri adalah hal yang biasa. Deflasi terjadi karena penurunan harga dan bukan disebabkan penurunan daya beli.

"Jadi deflasi ini saya lihat bukan karena penurunan daya beli, kalau saya lebih melihatnya seperti pattern 2015, habis lebaran biasanya harganya naik tinggi kemudian turun, kemudian terjadi deflasi," ungkap Kecuk saat ditemui di kantronya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Kecuk bilang daya beli masyarakat saat ini tergolong masih oke, terlihat dari data konsumsi masyarakat sepanjang triwulan II 2017 yang masih tumbuh positif diangka 4,95%.

"Kalau saya tidak melihat begitu ya (penurunan daya beli), kalau saya bilang dari hasil rilis pertumbuhan ekonomi kita konsumsi rumah tangga masih kuat tumbuh 4,95%, data triwulan II 2017, berarti bulan april sampai dengan bulan Juni," kata Kecuk.

Selain itu kata dia, deflasi yang terjadi juga berkat berhasilnya pemerintah dalam menjaga harga kebutughan pokok tetap stabil sepanjang Agustus ini, dimana gejolak harga bahan pokok tidak terlihat.

"Salah satu yang terlihat adalah upaya pemerintah untuk mengendalikan harga makanan karena bobot bahan makanan terhadap inflasi lumayan tinggi," ujarnya. [jin]

 
Embed Widget

x