Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:37 WIB

Harga Beras di Pasar Wage Naik, Pengaruh HET?

Oleh : - | Senin, 4 September 2017 | 16:37 WIB
Harga Beras di Pasar Wage Naik, Pengaruh HET?
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Harga beras di Pasar Wage Purwokerto, Jawa Tengah naik rata-rata Rp500/kg. Pengaruh Harga Eceran Tertinggi (HET)?

Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan beleid mengenai batasan harga beras ditingkat konsumen yang resmi diundangkan pada 1 September 2017.

Dalam hal ini, HET beras di Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi sebesar Rp9.450/kg untuk kualitas medium dan Rp12.800/kg untuk kualitas premium.

Sementara HET beras untuk wilayah lainnya terdapat perbedaan berkisar Rp500-Rp800/kg sebagai margin biaya transportasi.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Wage, Novi, mengatakan HET tidak terlalu berpengaruh bagi pedagang beras khususnya di Pasar Wage.

Kenaikan harga ini, dinilainya sebagai suatu hal yang wajar. Dimana penyebabnya lantaran harga dari tingkat pedagang besar sudah naik.

"Kami tergantung pada harga dari pedagang besar. Kalau dari pedagang besar harganya naik, kami pun ikut menaikkan harga, rata-rata kenaikannya hanya sebesar Rp500/kg," kata dia, di Pasar Wage, Purwokerto, Senin (4/9/2017).

Menurut dia, kenaikan harga beras di Purwokerto selama ini masih dalam batas wajar meskipun sedang masa paceklik seperti saat sekarang.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata dia, harga beras eceran kualitas medium tertinggi di Purwokerto sebesar Rp9.500/kg sedangkan kualitas premium sebesar Rp12.000/kg.

Adapun, beberapa jenis beras yang mengalami kenaikan harga di antaranya IR-64 kualitas bawah naik dari Rp8.300/kg menjadi Rp8.700/kg.

Selain itu, kata dia, harga beras IR-64 kualitas medium naik dari Rp8.500/kg menjadi Rp9.000/kg, IR-64 kualitas premium naik dari Rp9.500/kg menjadi Rp10.000/kg, dan Pandanwangi naik dari Rp10.500/kg menjadi Rp11.000/kg.

Bahkan, lanjut dia, harga beras asalan juga naik dari Rp7.500/kg menjadi Rp7.800/kg.

"Beras asalan ini merupakan beras sumbangan dari warga yang dijual oleh orang baru menggelar hajatan. Jadi berasnya campuran dari berbagai jenis beras," jelasnya. [tar]

Komentar

 
x