Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:07 WIB

Sri Mulyani Ajari Soal Manfaat Utang Luar Negeri

Oleh : M Fadil Djaelani | Selasa, 5 September 2017 | 00:49 WIB
Sri Mulyani Ajari Soal Manfaat Utang Luar Negeri
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membahas pengelolaan utang negara dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah mengelola utang negara secara prudent, atau hati-hati dan produktif. Oleh karena itu, walaupun ada kenaikan utang tetapi manfaat yang dirasakan oleh masyarakat akan jauh lebih besar.

"MRT Jakarta Rp24 triliun pinjaman akan menciptakan fasilitas mass rapid transit atau pengangkutan massal untuk 412 ribu penumpang per hari atau 48 juta penumpang per tahun, menciptakan 48 ribu lapangan kerja selama masa konstruksi," ujar Sri Mulyani dikutip dari laman resmi Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/9/2017).

"Waduk Jatigede biaya utang Rp4 triliun, mengairi 90 ribu hektar jaringan irigasi, menghasilkan listrik 110 megawatt, pengamanan banjir untuk 14 ribu hektar, dan masyarakat bisa melakukan penanaman padi 2 kali musim tanam," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menjelaskan, untuk mengetahui kondisi utang negara, perlu diketahui posisi utang negara maju lainnya. Di antara negara-negara G20, Indonesia berada dalam posisi yang rendah jika dibandingkan dengan Amerika Serikat ataupun Jepang.

Mantan bos Bank Dunia ini pun membandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki defisit hingga 6,7% dibandingkan Produk Domestik Brutto (PDB). Sementara Jepang angkanya 6,4%. Dia menjelaskan, Indonesia memiliki defisit yang rendah tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi.

"Kami mengelola utang dengan menjaga agar rasio pinjaman terhadap GDP selalu dibawah threshold 30%, walaupun UU Keuangan Negara membolehkan sampai dengan 60% tapi kita tetap menggunakan threshold jauh di bawah 30%," kata Sri Mulyani.

Dari strategi pengelolaan utang, mantan menkeu era SBY yang kesandung skandal Bank Century ini menjelaskan, utang digunakan untuk pembiayaan pembangunan dengan risiko yang dikelola seoptimal mungkin.

Untuk meningkatkan kredibilitas dan prediktabilitas pengelolaan utang, maka Pemerintah juga terus meningkatkan transparansi serta akuntabilitas dalam kebijakan pengelolaan utang.

"Dalam rangka mencapai tujuan bernegara mencapai masyarakat yang adil dan makmur kita perlu untuk terus menjalankan pembangunan. Sumber pembiayaan pembangunan baik dilakukan melalui pinjaman pemerintah selalu diyakinkan adalah untuk diinvetasikan pada sektor-sektor produktfif sehingga beban generasi yang datang akan jauh lebih kecil di dalam kemampuan untuk membayar kembali," ujar Sri Mulyani. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x