Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:08 WIB

Pertamina Tunggu Legal GRR Tuban dan RDMP Cilacap

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 5 September 2017 | 14:08 WIB
Pertamina Tunggu Legal GRR Tuban dan RDMP Cilacap
Direktur Utama Pertamina, Massa Manik - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan para mitra telah mengalami kemajuan 95% dalam pembahasan kemitraan untuk proyek Grass Root Refinery Tuban dan RDMP Cilacap.

Direktur Utama Pertamina, Massa Manik menyatakan hal tersebut dalam sebuah kesempatan. "Kemajuan pembahasan bersama mitra sudah 95% dan tinggal masalah llegal saja," katanya.

Khusus isu offtake, dia menerangkan adanya kesepahaman antara Pertamina dan mitra, yaitu Rosneft untuk GRR Tuban, dan Saudi Aramco untuk RDMP Cilacap, bahwa offtake oleh Pertamina akan dilakukan apabila pasar dalam negeri kekurangan. Jika kondisi pasar domestik berlebih, katanya, konsorsium dapat melakukan pemasaran bersama.

"GRR Tuban dan RDMP Cilacap sudah siap melakukan investasi bersama dan melanjutkan proses ke tahapan BED dan FEED," tegas Massa seperti mengutip laman resmi pertamina.

Dia juga menambahkan proyek RDMP dan GRR Kilang Pertamina merupakan proyek jangka panjang hingga 2025 dan membutuhkan investasi yang sangat besar. Selain kecepatan, ketepatan proses dan juga kehatian-hatian sangat diperlukan.

Terkait dengan proyek RDMP Balikpapan dan Balongan, Pertamina juga tetap fokus, karena kedua proyek tersebut saling kait-mengait. Apabila RDMP Balikpapan telah selesai, RDMP Balongan akan kekurangan feedstock sehingga upgrading harus disegerakan.

"RDMP Balikpapan sekarang memasuki babak akhir penyelesaian Front End Engineering Design (FEED). Dengan tuntasnya FEED nanti akan diketahui berapa perkiraan investasi yang paling mendekati untuk RDMP Balikpapan. Untuk RDMP Balongan sedang memasuki tahapan Linear Programming Contractor Selection Model.

Komentar

 
x