Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:12 WIB

BI: Transaksi Non-Tunai, Perhatikan Saat Geseknya

Oleh : - | Selasa, 5 September 2017 | 17:54 WIB
BI: Transaksi Non-Tunai, Perhatikan Saat Geseknya
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengingatkan, alat pembayaran non-tunai tak boleh digesek lebih dari sekali. Dan, tak boleh digunakan selain di mesin perekam data elektronik (electronic data capture/EDC).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman mengatakan. penggesekan ganda alat bayar non-tunai seperti kartu kredit dan debit, agar melindungi nasabah dari pencurian data dan informasi kartu.

"Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran," ujar Agusman di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai, kata Agusman, telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Pada Pasal 34 huruf b, di PBI tersebut juga tercantum larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

Dalam tahapan pemrosesan transaksi pembayaran terdapat pihak acquirer. Di mana, acquirer adalah bank atau lembaga yang bekerja sama dengan pedagang, yang dapat memproses data alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang diterbitkan oleh pihak lain.

Agusman mengatakan, acquirer wajib memastikan kepatuhan pedagang terhadap larangan penggesekan ganda. "Acquirer juga diharapkan mengambil tindakan tegas, antara lain dengan menghentikan kerja sama dengan pedagang yang masih melakukan praktik penggesekan ganda," ujar Agusman.

Untuk kepentingan rekonsiliasi transaksi pembayaran, pedagang dan acquirer, diharapkan dapat menggunakan metode lain yang tidak melibatkan penggesekan ganda.

Agusman mengimbau masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah praktik penggesekan ganda. Berhati-hati dalam bertransaksi non-tunai, dan tidak mengizinkan pedagang melakukan penggesekan ganda. [tar]

Komentar

 
x