Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:37 WIB

Divestasi Freeport Akhirnya Deal, Ini Kata Jonan

Oleh : - | Rabu, 6 September 2017 | 06:39 WIB
Divestasi Freeport Akhirnya Deal, Ini Kata Jonan
Menteri ESDM Ignasius Jonan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut divestasi 51% yang disepakati PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) merupakan simbol kedaulatan negara.

"Untuk masalah PT Freeport Indonesia, arahan Bapak Presiden adalah tetap mengedepankan kedaulatan negara atau mengedepankan pasal 33 UUD 1945 yaitu semua bumi air dan kekayaan alam di dalamnya di kuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Jonan.

Laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, Freeport bersedia melepaskan 51% sahamnya kepada Pemerintah Indonesia. Keputusan ini merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Selain sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pelepasan 51% saham Freeport, menurut Jonan merupakan simbol kedaulatan Bangsa Indonesia dalam pengelolaan tambang gresberg di Timika, Papua.

Jonan percaya, pengelolaan sumber daya pada suatu hari harus bisa dikelola oleh putra putri bangsa Indonesia, hal tersebut dimaknai dengan suatu lompatan untuk mulai menguasai banyak tantangan terutama Freeport memang simbolis untuk minerba.

"Sama halnya dengan Blok Mahakam, setelah kontrak dengan total habis, sekarang dikelola oleh PT Pertamina," papar mantan menteri perhubungan ini.

"Ini merupakan suatu pencapaian yang besar. Ini kan bisnis ya, jadi bisnis itu win-win, tidak ada bisnis yang win-lose. Kalau 51 persen kan presiden mengarahkan juga," tambah Jonan.

Selain harus melepaskan 51% saham sebelum kontraknya diperpanjang, Freeport diwajibkan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) dalam waktu lima tahun, serta membayar kewajiban, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan membayar royalti yang lebih besar dari sebelumnya.

"Pembelian saham 51 persen itu yang dibeli ini bukan tambangnya, tapi managemennya, peralatannya, teknologinya, organisasinya, dan bisnisnya, tidak termasuk diporsi tambangnya," jelas Jonan.

Pemerintah Indonesia bersama PT Freeport Indonesia melakukan perundingan untuk keberlanjutan operasi produksi PT Freeport Indonesia di tambang Gresberg Papua. Perundingan dimulai dengan empat poin utama yaitu keberlangsungan operasi, divestasi saham, stabilitas investasi dan pembangunan smelter.

Keempat poin utama ini dibahas dalam satu paket, sehingga menghasilkan kesepakatan yang lengkap. Hasil perundingan ini sesuai dengan Instruksi Presiden Jokowi, untuk mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat papua, kedaulatan negara dalam sumber daya alam dan menjaga iklim investasi tetap kondusif. [tar]

 
x