Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:14 WIB

Ini Kata Menteri Bambang Soal Kesenjangan Ekonomi

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 6 September 2017 | 15:38 WIB
Ini Kata Menteri Bambang Soal Kesenjangan Ekonomi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia masih tinggi. Walau begitu ada penurunan lho.

"Kita harus akui bahwa ketimpangan relatif tinggi, meski dalam beberapa tahun ini angka ketimpangan sudah menunjukan penurunan yang relatif baik," kata Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Bambang bilang, beberapa tahun lalu, angka ketimpangan atau rasio gini di Indonesia sempat mencapai level 0,41. Angka ini melewati batas yang dianggap cukup mengkhawatirkan oleh dunia.

Mantan menteri keuangan ini menjelaskan, saat ini, tidak seperti negara Asia lainnya, ketimpangan di Indonesia cenderung naik dalam 10 tahun terakhir. Namun pada 2014, Indonesia mampu menurunkan rasio gini. Pada Maret 2017. Gini koefisien mencapai 0,393, atau turun ketimbang 2016 yang mencapai 0,408.

"Kita berharap trend perbaikan ini terus berlanjut hingga September 2017 nanti, penurunan bisa mencapai angka 0,380," kata Bambang.

Bappenas mencatat, sekitar 27,7 juta keluarga masuk dalam kategori rentan miskin, hampir miskin, miskin dan sangat miskin. Jumlah terbanyak ada pada keluarga dengan kategori hampir miskin, yakni 9,7 juta.

Bambang memaparkan, berbagai upaya pemerintah untuk menekan angka ketimpangan, antara lain adanya pelayanan dasar seperti akses sanitasi dan air bersih. Kedua, pemerintah menyediakan perlindungan sosial, seperti jaminan kesehatan berupa BPJS.

Ketiga, menciptakan kesempatan kerja dengan mendorong pendidikan vokasi dan meningkatkan data saing UMKM. Keempat, optimalisasi pemanfaatan alokasi Dana Desa, sehingga diharapkan dana tersebut mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan dasar, serta pengembangan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat berpendapatan rendah. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x