Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:20 WIB

Bos BI: Akan Ada Aturan Biaya Top Up E-Money

Oleh : - | Rabu, 6 September 2017 | 16:38 WIB
Bos BI: Akan Ada Aturan Biaya Top Up E-Money
Gubernur BI, Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait biaya isi ulang (top up) untuk uang elektronik alias e-money, Bank Indonesia akan mengaturnya melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI).

"Itu sekarang sudah pembicaraaan antara BI dengan perbankan, dengan badan usaha jalan tol, itu sudah selesai. Tinggal kita keluarkan dalam bentuk penegasan. Pembicarannya semua sudah selesai dan semua sepakat. Sebentar lagi akan kita keluarkan aturannya," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo di JCC, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Bank sentral, kata Agus, menargetkan PBI tersebut bisa terbit sebelum implementasi electronic toll collection (ETC), atau kewajiban menggunakan transaksi non tunai jalan tol pada Oktober 2017.

Pengenaan biaya top-up e-money disebut untuk memberikan insentif kepada perbankan sehingga dapat memperbanyak infrastruktur pembayaran uang elektronik.

BI pun tengah mempersiapkan National Payment Gateaway (NPG) di mana sistem platform e-money semua bank di tanah air akan menjadi satu.

Sementara itu, terkait dengan besaran biaya top-up e-money sendiri, Agus masih enggan menyebutkan secara detil nominalnya. Namun, ia memastikan biaya top-up e-money tidak akan memberatkan masyarakat. "Fee-nya pasti yang tidak membuat beban kepada konsumen," ujar mantan menteri keuangan era SBY yang sempat diperiksa KPK terkait dugaan korupsi e-KTP ini.

Pengenaan biaya top-up juga sebenarnya telah diterapkan bank kepada konsumen apabila melakukan transaksi isi ulang pulsa telekomunikasi dengan biaya Rp1.500 per transaksi. Naga-naganya, biaya top-up e-money tidak bakal jauh dari nominal itu. [tar]

Komentar

 
x