Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:09 WIB

Eranya E-Toll Card

BI Targetkan Konsorsium EFC Akhir Tahun

Oleh : - | Rabu, 6 September 2017 | 19:08 WIB
BI Targetkan Konsorsium EFC Akhir Tahun
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebut Konsorsium Electronic Fare Collection (EFC) penting dibentuk. Sebagai wadah bagi integrasi pembayaran nontunai transportasi di Jabodetabek.

Agus bilang, konsorsium ini diharapkan sudah terbentuk akhir 2017. "EFC akan dibentuk ditargetkan akhir tahun ini. Sudah akan bisa beroperasi menggunakan uang elektronik berbasis teknologi SAM (Secure Acces Module) Multiapplet," kata Agus di JCC, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Dalam mewujudkan integrasi pembayaran transportasi non-tunai Jabodetabek, lanjut Agus, salah satu tantangan adalah perbedaan kepemilikan moda transportasi, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Untuk itu, strategi integrasi sistem pembayaran elektronik moda transportasi disinergikan dengan membentuk dua entitas berbeda. Pertama, unit usaha yang berada dibawah BUMN untuk moda transportasi yang dikelola oleh BUMN atau disebut EFC 1.
Kedua, konsorsium yang berada dibawah Pemprov DKI dan berbentuk BUMD untuk moda transportasi yang juga dikelola oleh BUMD atau disebut EFC 2.

Agus bilang, kedua entitas tersebut harus bersinergi dengan menyediakan infrastruktur pemrosesan uang elektronik yang saling terkoneksi dan saling dapat beroperasi.
Selain itu, harus dilakukan pula integrasi dengan konsorsium lain yang menerapkan uang elektronik sebagai alat pembayaran yaitu Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC) di jalan tol yang saat ini tengah dirancang Kementerian PUPR. "Seluruh integrasi EFC 1 dan EFC 2 ini akan bergabung atau interconnected di akhir 2018," kata mantan menteri keuangan di era SBY ini.

Agus menambahkan, dengan sistem Electronic Fare Collection dan sistem yang sudah interoperated dan interconnected nantinya, maka semua bank dapat mengeluarkan uang elektronik (e-money) asalkan memiliki teknologi sistem tinggal pasang SAM Multiapplet.

"Kalau dulu satu moda transportasi hanya bisa dilayani empat uang elektronik, sekarang semua bisa tetapi harus berbasis SAM Multiapplet," ujar Agus.

Prakarsa atau inisiatif nontunai moda transportasi di Jakarta sendiri telah dirintis sejak tahun 2013 oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) dengan dapat digunakannya uang elektronik empat bank pada moda kereta api komuter.

Selanjutnya, Bus Transjakarta sejak 14 Februari 2015 telah seluruhnya menerima pembayaran uang elektronik dari enam bank. Pada kedua moda tersebut, uang elektronik sekaligus berfungsi sebagai tiket transportasi (e-ticket).

"Kalau sudah bisa memberikan pelayanan yang baik, nantinya juga diharapkan masyarakat dapat pindah dari satu moda transportasi ke moda transportasi lain dengan lancar. Kasihan kan kalau penggunanya punya kartu yang beragam dan masing-masing harus diisi. Tapi dengan sistem ini kita di akhir 2017 sudah punya konsorsium EFC 1 dan EFC 2 yang nanti akan mengakomodasi sistem pembayaran," kata Agus. [tar]

Komentar

 
x