Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:53 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 2017 Oke, tapi Tetap Waspada

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 01:39 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2017 Oke, tapi Tetap Waspada
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 membaik dibandingkan 2015 dan 2016. Namun perlu tetap dikawal karena banyak faktor yang bisa menghambat, seperti harga komoditas.

"Membaiknya perekonomian Indonesia di 2017 tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II yang semakin bagus," ujar Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Kementerian Keuangan, Rofyanto Kurniawan dalam sebuah seminar di Medan, Rabu (6/9/2017).

Dengan fakta itu, kata Rofyanto, diperkirakan target pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 5,2% dari 2016 yang sebesar 5,02%.

Pertumbuhan ekonomi nasional yang membaik di 2017 itu sendiri didorong membaiknya harga komoditas, inflasi yang tren turun dan termasuk pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. "Harus diakui ketergantungan terhadap komoditas juga menjadi salah satu ancaman karena harga yang fluktuasi," kata Rofyanto.

Dia memberi contoh, pada 2015, saat harga minyak mentah turun, harga komoditas melemah sehingga menggangu pertumbuhan ekonomi di tahun itu. "Jadi memang masih harus dikawal dan kerja keras untuk bisa mencapai target pertunbuhan ekonomi tahun ini yang 5,2 persen," kata Rofyanto.

Apalagi, kata dia, ditengah perekonomian beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Eropa serta Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang membaik, sebaliknya di negara lain khususnya Asia naik melambat bahkan ada yang stagnan. "Jadi mungkin pertumbuhan ekonomi kita (Indonesia) tetap tumbuh tetapi tidak kuat dengan harapan target 5,2 persen bisa tercapai," kata Rofyanto.

Sementara Kepala Sub Direktorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara Direktorat Jenderal Anggaran, Didik Kusnaini menegaskaan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini perlu kerja keras.

"Mulai dari mengawal belanja APBN secara tepat sasaran, berupaya maksimal mencapai pendapatan antara lain dengan reformasi perpajakan, bea cukai dan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) secara optimal," kata Didik.

Pada 2017, kata Didik, untuk mendorong perekonomian, Pemerintah memberi anggaran besar untuk infrastruktur dan perlindungan sosial.

Pengamat ekonomi Sumut, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, harga komoditas sangat berpengaruh besar pada perekonomian masyarakat Sumut. "Dengan harga jual komoditas yang turun, maka daya beli petani melemah," papar Wahyu.

Wahyu yang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) itu menyebutkan, akibat harga komoditas yang belum begitu pulih, perekonomian Sumut belum tumbuh maksimal.

Pada triwulan II secara year on year misalnya, pertumbuhan ekonomi Sumut masih 5,09%. "Memang pertumbuhan ekonomi di triwulan II semakin baik dari triwulan I yang sebesar 4,50 persen. Tetapi harus kerja keras untuk bisa mencapai target," ujar Wahyu. [tar]

Komentar

 
x