Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:27 WIB

Dorong Ekspor, Enggar Kebut Perjanjian Kerja Sama

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 03:29 WIB
Dorong Ekspor, Enggar Kebut Perjanjian Kerja Sama
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom/Uji)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah mendorong penyelesaian perjanjian kerja sama internasional baik bilateral maupun multilateral guna meningkatkan kinerja ekspor khususnya nonmigas.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bilang, Indonesia saat ini, berupaya untuk segera menyelesaikan 16 perjanjian. Di mana,empat diantaranya bisa diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. "Kita akan sesegera mungkin menyelesaikan perjanjian-perjanjian kerja sama itu," kata Enggartiasto di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Tercatat, empat perjanjian tersebut adalah Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Iran, Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), European Free Trade Association (EFTA) CEPA dan kerja sama bilateral dengan Chile termasuk Peru.

Pemerintah berupaya untuk segera menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan negara-negara mitra dalam upaya mendorong ekspor nonmigas ke pasar nontradisional. Tahun ini, rkspor non-migas ditargetkan naik 5,6%.

Meski sejumlah perundingan multilateral terbilang sulit untuk mencapai titik temu, antara satu negara dengan negara lainnya. "Menyatukan perbedaan pandangan, misal antara India dengan Tiongkok itu sulit. Namun kita tetap berupaya untuk mencapai kesepakatan," ujar Enggar, sapaan akrab Enggartiasto.

Salah satu kerja sama yang bisa segera rampung adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Kedua negara akan segera mengimplementasikan kesepakatan awal perundingan tanpa harus menunggu selesainya skema kerja sama tersebut secara menyeluruh.

Tercatat, ada sembilan kesepakatan awal yang akan dibahas dalam negosiasi putaran ketujuh tersebut. Poin-poin kesepakatan awal tersebut adalah kerja sama dibidang pertukaran tenaga terampil dan kemitraan bidang ketahan pangan di sektor daging dan sapi, jasa keuangan.

Selain itu, rekomendasi Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG), vokasional, fesyen dan desain perhiasan, inovasi makanan, standar obat dan makanan, produk herbal, dan pemetaan standar.

Ketiganya akan segera diimplementasikan oleh kedua negara. Adapun kerja sama fesyen dan desain perhiasan juga telah dimulai awal tahun ini. [tar]

 
x