Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:42 WIB

Bos Pajak Tantang Balik Tere, Soal Pajak Penulis

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 7 September 2017 | 04:29 WIB
Bos Pajak Tantang Balik Tere, Soal Pajak Penulis
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi - (Foto: inilahcom/Uji)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Cuitan Tere Liye, penulis kondang di media sosial, terkait tarif pajak yang selangit, menjadi perbincangan hangat. Bahkan sudah menjadi viral di media sosial.

Dalam curhatan tersebut, Tere protes lantaran tarif pajak yang dikenakan kepada penulis lebih tinggi ketimbang profesi artis, dokter, maupun arsitek.

Menanggapi curhatan Tere ini, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi malah menantang balik. Dia sebut Tere tak mengerti cara penghitungan pajak. "Pajak, penulis itu enggak ngerti. Pajak penulis itu 15% dari royaltinya yang dipajaki. Dan itu pasal 23 bisa dikreditkan. Nanti saya undang ke kantor pajak. Tere kan," kata Ken di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Ken membantah pernyataan Tere yang menyebut bahwa tarif pajak bagi penulis, sangat memberatkan. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini bilang Tere salah hitung soal pajaknya.

"Dia salah persepsi, enggak seperti itu. Ini buku dijual di Gramedia harga Rp 100, si penulis dapat royalti 10 penghasilannya ya 10. Terus dikenai lagi 15% nanti dikreditkan lagi di SPT-nya. Bisa diklaim, bisa lebih bayar," terang Ken.

Ken memastikan, pajak yang dikenakan adalah pajak final. Yakni sebesar 15% dari royalti dan bukan dari omzet penjualan bukunya. "Ya penerbit kan macem-macem, yang bikin buku dijual itu kertas, cover, di dalam itu kan bukan penulis yang bikin kan pabrik. Dia dapat royalti, nanti royaltinya dipajaki," kata anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini.[ipe]

 
x