Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:52 WIB

RAPBN 2018 Bisa Digoyang Korut dan Myanmar

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 7 September 2017 | 09:11 WIB
RAPBN 2018 Bisa Digoyang Korut dan Myanmar
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Memanasnya geopolitik kawasan di Korea Utara (Nuklir) dan Myanmar (Rohingya), bikin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedikit jeri.

Kata Mulyani, jika kawasan tersebut meletup konflik berkepanjangan, dikhawatirkan mengganggu Rancangan APBN 2018. "Suasana geopolitik yang sekarang ini mengalami eskalasi yang sangat besar," kata Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Dia bilang kepada anggota Dewan bahwa eskalasi geopolitik yang pernah ada jauh dari Indonesia, sehingga tidak berdampak begitu besar terhadap perekonomian nasional, namun sekarang justru eskalasi geopolitik yang terjadi saat ini dekat dengan Indonesia, dan hal itu memberi ancaman.

"Geopolitik ini biasanya jauh dari Indonesia tapi saat ini sangat dekat dengan kita. Contohnya seperti Korea dan Myanmar," kata Mulyani.

Tak hanya itu trend kebijakan proteksionisme yang dilakukan Amerika Serikat (AS) juga menjadi perhatian, lantaran ekspor Indonesia ke AS merupakan salah satu yang tertinggi. Tendensi bisnis ini kata Sri Mulyani yang harus dihilangkan. "Kita perlu juga mewaspadai terhadap tendensi dan tren proteksionisme dari beberapa negara terutama negara maju," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Dalam paparan, Mulyani mengaku optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4%, sangat realistis. Namun, tetap dengan kehati-hatian tinggi. "Target pertumbuhan 5,4% cukup memberikan sinyal optimisme namun tetap hati-hati terhadap resiko yang mengintai perekonomian Indonesia," kata Mulyani. [ipe]

Komentar

 
x