Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:11 WIB

Pabrik Rokok Mulai Borong Tembakau Bojonegoro

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 14:09 WIB
Pabrik Rokok Mulai Borong Tembakau Bojonegoro
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Bojonegoro - Hari-hari ini, petani tembakau Bojonegoro, Jawa Timur bersuka cita. Lantaran, tembakau produksinya sudah diborong pabrikan rokok besar di tanah air.

Imam wahyudi, Kasi Tanaman Semusim Dinas Pertanian Bojonegoro, mengatakan, sejumlah pabrik rokok mulai memborong tembakau jenis virginia voor oogt (VO) dan Jawa dari pteni sejak dua pekan lalu. Mereka membuka gudang pembelian di pedesaan.

"Pabrikan yang sudah mulai membuka pembelian antara lain PT Gudang Garam, PT Djarum Kudus, juga pengusaha tembakau yang berafiliasi dengan pabrikan," kata Imam di Bojonegoro, Kamis (7/9/2017).

Sesuai hasil pemantauan di lapangan, kata Imam, harga tembakau rajangan kering Virginia VO di sejumlah sentra penghasil tembakau, antara lain Kecamatan Sukosewu, Sugihwaras, dan kecamatan lainnya, berkisar Rp10.000-Rp17.000/kilogram. "Harga tembakau kering jawa di tingkat petani juga tidak jauh berbeda," kata Imam.

Masih kata Imam, PT Sadhana Arifnusa Padangan yang bermitra dengan petani, memborong tembakau rajangan virginia RAM dengan harga berkisar Rp23.000-Rp32.000/kilogram. "Penjualan tembakau virginia RAM dari petani langsung ke PT Sadhana Arifnusa di Kecamatan Padangan," kata Imam.

Imam menjelaskan, harga tembakau rajangan Virginia VO dan Jawa juga Virginia RAM, masih berpeluang naik. Alasannya, panen tembakau masih akan terjadi pada petikan kedua dan ketiga.

Dengan demikian, lanjut Imam, panen tembakau di petikan keempat dan kelima, merupakan daun tembakau dengan kualitas terbaik. Tentu saja, harganya lebih tinggi lagi. "Panen tanaman tembakau sekarang sudah merata, tapi saya belum tahu prosentase panen," kata Imam.

Ia optimistis produksi dan harga tembakau Virginia VO, Jawa dan Virginia RAM akan jauh lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Apalagi iklim sekarang, sangat mendukung. "Berbeda dengan panen tahun lalu tembakau hampir tidak ada harganya karena ketika panen diguyur hujan," ujar Imam.

Apalagi, kata Imam, tanaman tembakau di daerahnya dengan luas sekitar 8.900 hektar untuk produksinya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pabrikan yang melakukan pembelian tembakau tahun ini.

Dinas Pertanian menyebutkan, PT Central Agro Mandiri akan melakukan pembelian tembakau virginia VO sebanyak 1.000 ton, PT STTC 1.000 ton, dan PT Djarum Group 3.500 ton.

Sedangkan PT Bentoel sebanyak 100 ton, CV Sumber Rejeki 500 ton, PT Gudang Garam 1.000 ton, CV Sumber Mulyo 500 ton dan CV Gelora Jaya 1.800 ton. Selain itu, PT Sadhana Arifnusa Padangan juga akan membeli tembakau rajangan amil (RAM) 1.000 ton. [tar]

Komentar

 
x