Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 16:59 WIB

Perluas KPR, SMF Rangkul Bank dan Multifinance

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 18:50 WIB
Perluas KPR, SMF Rangkul Bank dan Multifinance
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Nusa Dua - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) fokus memperluas kerja sama dengan penyalur kredit pemilikan rumah. Yang meliputi bank umum, bank daerah hingga multifinance di seluruh Indonesia.

Kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pembiayaan sekunder perumahan melalui sekuritisasi dan pinjaman. "Untuk pembiayaan KPR hingga saat ini, SMF bekerja sama dengan satu bank umum, bank syariah (6), bank pembangunan daerah atau BPD (6) dan multifinance (3)," papar Ananta dalam Konferensi Asia Fixed Income Summit di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/9/2017).

Untuk penerbitan sekuritisasi, kata Ananta, SMF selaku BUMN satu-satunya di Indonesia yang bertugas mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan itu telah menjalin kerja sama dengan dua bank umum di Indonesia.

Terkait penyaluran KPR di daerah, pihaknya melakukan berbagai upaya mendukung peningkatan kapasitas penyaluran KPR melalui pelatihan yang dilakukan secara ekslusif dan kolektif di seluruh BPD di Indonesia.

Selain itu, penyusunan prosedur operasional KPR BPD dengan SMF dan prosedur untuk kredit modal kerja dengan konstruksi perumahan yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Asosiasi Bank Daerah.

Ananta menambahkan, per Juni 2017, SMF telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp4,5 triliun. Semakin mendekati target Rp5,7 triliun. Sedangkan sekuritisasi aset mencapai Rp1 triliun dari target Rp2 triliun.

Untuk surat utang, pihaknya sudah menerbitkan dengan total mencapai Rp3,1 triliun dari target Rp3,5 triliun. Secara kumulatif sejak berdiri pada 2005 hingga Juni 2017, SMF telah menyalurkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR sebesar Rp32,6 triliun.

Jumlah itu terdiri dari sekuritisasi Rp8,1 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp24,5 triliun. Dengan jumlah debitur yang dibiayai sebanyak 672 ribu di seluruh Indonesia.

Untuk 2018, Ananta menambahkan pihaknya tengah menggodok target sekuritisasi, penyaluran pinjaman, pengeluaran surat utang dan rencana untuk mengurangi beban subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP untuk rumah murah. "Fungsi instrumen fiskal SMK akan kami tingkatkan khususnya untuk mengurangi beban subsidi FLPP, " kata Ananta. [tar]

 
x