Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:37 WIB

Kemarau Kering, Produksi Garam BUMN Membengkak

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 19:48 WIB
Kemarau Kering, Produksi Garam BUMN Membengkak
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Sumenep - Produksi sementara PT Garam (Persero) dari lahan di tiga kabupaten Pulau Madura, Jawa Timur, dan Kupang (Nusa Tenggara Timur/NTT) mencapai 43 ribu ton.

"Alhamdulillah, kondisi cuaca pada awal September 2017 sangat mendukung produksi garam dan selanjutnya produksi garam kami terus membaik," ujar Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko di Sumenep, Madura, Kamis (7/9/2017).

Ia memperkirakan, produksi sementara pada akhir September 2017 akan mencapai 100 ribu ton, jika kondisi cuaca tetap normal (tidak ada hujan).

Estimasi capaian produksi sementara garam sekitar 100 ribu ton pada akhir September 2017 itu, membuat PT Garam bisa memasok bahan baku ke mitra usahanya, terutama yang di luar Jawa.

"Semoga saja kondisi cuaca pada sisa kemarau atau hingga pekan kedua Desember 2017 normal dan selanjutnya pasokan garam kepada mitra usaha kami berjalan lancar," kata Budi.

Ia menjelaskan, pihaknya memang memprioritaskan pasokan garam kepada mitra usaha PT Garam di luar Pulau Jawa.

Alasannya, di Pulau Jawa terdapat banyak sentra produksi garam rakyat dan selanjutnya para pengusaha maupun mitra usaha PT Garam bisa menyerap garam rakyat selama masa produksi garam (kemarau).

"Sementara di luar Pulau Jawa, sentra produksi garam itu sedikit dan pengusaha cenderung tergantung pada pasokan garam dari PT Garam," ujarnya.

Saat ini, PT Garam memiliki lahan pegaraman seluas 5 ribu hektar lebih, tersebar di tiga kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, serta di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Namun, lahan yang difungsikan untuk memproduksi garam sekitar 4 ribu hektare dan sisanya dipakai untuk fasilitas pendukung, seperti gudang dan jalan akses untuk mengangkut garam dari lahan ke gudang. [tar]

Komentar

 
x