Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:39 WIB

Jalankan Program KJA, KKP Ogah Ulangi 'Dosa' Lama

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 20:30 WIB
Jalankan Program KJA, KKP Ogah Ulangi 'Dosa' Lama
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Slamet Soebjakto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait program Kerampa Jaring Apung (KPA), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak ingin mengulang kesalahan di masa lalu. Banyak yang mangkrak di sejumlah daerah.

"Kesejahteraan pembudi daya ikan merupakan konsen kami, oleh sebab itu KKP terus berupaya memastikan agar berbagai sumber daya yang ada, termasuk sarana prasarana budi daya seperti KJA tidak mangkrak dan berfungsi secara optimal dan bermanfaat nyata bagi masyarakat," kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurut Slamet, KKP pada 2017, telah menetapkan program pengisian KJA rakyat yang mangkrak masuk program prioritas.

Di mana, KJA yang terdistribusi saat ini, banyak berasal dari lintas kementerian. Total bantuan KJA hingga 2016 mencapai sebanyak 15.583 lubang, termasuk dari kementerian atau instansi terkait dan pemda.

Dari jumlah tersebut, bantuan KJA dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya sebanyak 7.316 lubang, atau 47,7%. "Artinya, ini menjadi hal yang perlu disikapi bahwa penting kementerian maupun pemda terkait berkoordinasi dengan KKP sebagai kementerian teknis yang membidangi masalah perikanan budidaya, sehingga masalah inefisiensi dapat diatasi dengan baik," kata Slamet.

Pasca terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 32 Tahun 2016 tentang perubahan atas Permen KP Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup, atmosfer usaha perikanan budi daya laut dengan komoditas seperti kerapu kembali normal dan makin membaik, sehingga KKP berkomitmen untuk terus mendorong dan meningkatkan usaha di sektor ini.

Sebagai bentuk komitmen akan hal tersebut, pada tahun 2017 KKP menargetkan program pengisian KJA rakyat sebanyak 250 unit (1.000 lubang), yang diharapkan akan mampu menghasilkan produksi ikan lebih dari 218 ton/tahun dengan nilai produksi sebesar kurang lebih Rp17,51 miliar.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja hingga 817 orang per tahun. "Potensi ekonomi yang dapat dicapai dari optimalisasi KJA rakyat ini sangat besar, jika 80 persennya saja KJA bantuan dari berbagai instansi tersebut dapat kita manfaatkan, maka setidaknya produksi ikan yang dapat kita peroleh sebesar 2.718 ton/tahun dan nilai ekonomi yang dapat diraup mampu mencapai Rp218,3 miliar per tahun, saya rasa ini nilai yang sangat fantastis," papar Slamet.

Terkait strategi pelaksanaan program pengisian KJA rakyat, Slamet memaparkan bakal memfasilitasi aksesibilitas terhadap input produksi yang efisien, dan mendorong penguatan kelembagaan dan kemitraan usaha.

Kemudian, lanjutnya, berfokus pada komoditas yang berbasis pasar sehingga mampu berdaya saing, serta melakukan pembangunan dan perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur. "Ini juga akan didorong untuk menciptakan efisiensi produksi dan menjamin konektivitas yang efisien dari hulu ke hilir," kata Slamet.

Terakhir, KKP juga berniat untukmenyediakan akses informasi teknologi, bimtek, pendampingan dan penyuluhan yang diperlukan terkait program tersebut. [tar]

 
x