Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 02:00 WIB

Inilah Dampak Negatif HET Beras Versi CSIS

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 8 September 2017 | 09:55 WIB
Inilah Dampak Negatif HET Beras Versi CSIS
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jose Rizal Damuri, menilai penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras bisa memicu pasokan menipis di pasaran.

"Bisa-bisa beras juga langka di tingkat konsumen kalau produsen nggak serap lagi," kata Jose di Kantor CSIS, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Dia menuturkan, penetapan HET memang ditujukan supaya konsumen mendapatkan harga beli yang lebih stabil. Akan tetapi, hal ini juga berdampak kepada petani.

Apabila harga akhirnya sudah diatur maka yang akan ditekan adalah harga di tingkat petani. Akibatnya, harga jual bisa jatuh atau paling pahit produksi tidak dilakukan dalam jumlah besar. "Produser beras akan lebih selektif beli beras. Dan harga padi itu kan berubah-ubah trus, ga mungkin kan (pemerintah) fix (ini) terus-terusan," terangnya.

Jose menuturkan, dalam hal stabilisasi harga, salah satu yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menggunakan sistem referensi harga. "So, kalau harga beras terlalu tinggi kita bisa gelontorkan dari (stok) Bulog. Sekarang stok Bulog saja kecil, di bawah 1 juta ton. Amannya kan 1,5-1,8 juta ton," terangnya. [hid]

Komentar

 
x