Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:42 WIB

CSIS: Ada Bulog, Kenapa Tetapkan HET Beras!

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 8 September 2017 | 10:09 WIB
CSIS: Ada Bulog, Kenapa Tetapkan HET Beras!
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai lembaga yang bertugas sebagai stabilitator pangan, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki kemampuan untuk melakukan intervensi harga.

Sebenarnya, pemerintah harus memanfaatkan peran Bulog setiap saat terjadi gejolak harga pangan khususnya beras di tengah masyarakat.

Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jose Rizal Damuri, menyebutkan jika peran Bulog bisa dimaksimalkan, maka pemerintah tidak perlu menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beras yang justru memberi dampak negatif ke petani. "Artinya Bulog kan punya kemampuan intervensi. Nah bulog cara beli berasnya juga harus diubah," kata Jose di Kantor CSIS Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Jika sebelumnya, Bulog harus mengajukan kredit ke bank untuk membeli beras, selanjutnya, pemerintah bisa memberikan Bulog anggaran khusus untuk menyerap beras petani.

Jose melanjutkan, cara lainnya adalah dengan menerapkan sistem impor terbatas atau impor dengan tarif tinggi dan bukan sistem kuota. "Menurut WTO kita bisa kok pakai tarif," ungkapnya.

Penerapan impor tarif tinggi ini, kata Jose, sudah diterapkan di negara lain, seperti Filipina, Srilanka dan Bangladesh sehingga harganya juga jadi lebih stabil.

Jose menilai, penetapan HET memang ditujukan supaya konsumen mendapatkan harga beli yang lebih stabil. Akan tetapi, hal ini juga berdampak kepada petani.

Bila harga akhirnya sudah diatur maka yang akan ditekan adalah harga ditingkat petani. Akibatnya, harga jual bisa jatuh atau paling pahit produksi tidak dilakukan dalam jumlah besar. "Produsen beras akan lebih selektif beli beras. Dan harga padi itu kan berubah-ubah terus, nggak mungkin kan (pemerintah) fix (ini) terus-terusan," terangnya. [hid]

Komentar

 
x