Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:37 WIB

Menkeu Janji Pantau Penggunaan PMN di BUMN

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 8 September 2017 | 11:45 WIB
Menkeu Janji Pantau Penggunaan PMN di BUMN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan akan lebih memperketat pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dan mengingatkan Badan Umum Milik Negara (BUMN) bahwa PMN diberikan untuk mendorong kinerja agar dapat memberikan dividen kepada negara lagi.

"Kami meminta akuntabilitas, termasuk PMN tidak boleh pakai bayar gaji, bayar utang, bahkan ada yang usulkan untuk bayar pajak. Kami ingin disiplin di tingkat korporasi," kata Sri Mulyani di Gedung DPR Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Sri Mulyani memaparkan pada tahun 2015 pemerintah mengalokasikan dana untuk PMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp64,8 triliun. Namun, hingga saat ini realisasi penggunaanya baru mencapai 75% atau sebesar Rp47,8 triliun. Hal tersebut disebabkan masih ada (BUMN) yang memanfaatkan PMN 2015 hingga saat ini masih di bawah 50% karena terlambatnya perizinan, pemilihan mitra untuk proyek, proses tender hingga pengadaan lahan.

Bahkan pada 2016, dia mengungkapkan terdapat ada enam BUMN yang mengalami kerugian lebih besar setelah diberikan dikucurkan penanaman modal negara (PMN). Enam BUMN tersebut yakni PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dirgantara Indonesia, PTPN X, PTPN IX, PTPN VII, dan PTPN III.

"Mengenai kinerja, tidak semuanya menggembirakan, ada 6 BUMN setelah mendapat PMN kerugiannya malah bertambah di 2016, ada 4 BUMN yang tingkat kerugiannya mengecil," ujar Sri Mulyani. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x