Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:41 WIB

PLN Teken MoU Jual Beli Listrik dengan 11 IPP

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 8 September 2017 | 13:15 WIB
PLN Teken MoU Jual Beli Listrik dengan 11 IPP
facebook twitter

INILAHCOM,Jakarta- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), menandatangani perjanjian jual beli listrik (PJBL)/Power Purchase Agreement (PPA) pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan 11 pengembang swasta/IPP.

Penandatanganan PJBL dengan total kapasitas 291,4 MW ini juga disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Adapun, 11 PJBL ini merupakan lanjutan penandatangan PJBL pembangkit EBT yang dilakukan pada 2 Agustus 2017 dengan kapasitas 257,17 MW di Jakarta.

Dengan bertambahnya 11 IPP ini, maka total kapasitas pembangkit tenaga listrik dari energi terbarukan yang telah menandatangani PPA sebesar 548,57 MW (di luar kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi).

"Penandatangan ini merupakan salah satu bukti nyata dari upaya Pemerintah dalam memenuhi target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, serta menciptakan harga listrik yang kompetitif dan affordable" ujar Jonan, di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Pemerintah melakukan revisi aturan agar pengembangan pembangkit EBT menjadi menarik, yakni dengan melakukan revisi Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 menjadi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 dalam rangka mengoptimalkan BPP (Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan) tenaga listrik EBT.

Sehingga, diharapkan berdampak pada tarif listrik yang terjangkau oleh masyarakat maupun tarif listrik yang kompetitif bagi dunia industri. "11 proyek pembangkit EBT ini memiliki kisaran harga jual antara US$6,52/KWH - US$8,60/KWH, ada yang lebih rendah maupun sama dari nilai BPP, ini merupakan dukungan pemerintah untuk pengembangan listrik EBT," paparnya.

Berikut adalah 11 proyek pembangkit tenaga listrik yang ditandatangani:

1. PLTM Aek Sibundong (8 MW) di Sumatera Utara

2. PLTM Aek Situmandi (7 MW) di Sumatera Utara

3. PLTM Aek Sigeaon (3 MW) di Sumatera Utara

4. PLTM Sisira (9,8 MW) di Sumatera Utara

5. PLTM Batang Toru 4 (10 MW) di Sumatera Utara

6. PLTM Bayang Nyalo (6 MW) di Sumatera Barat

7. PLTM Batu Brak (7,7 MW) di Lampung

8. PLTM Kunci Putih (0,9 MW) di Jawa Tengah

9. PLTA Air Putih (21 MW) di Bengkulu

10. PLTA Pakkat (18 MW) di Sumatera Utara

11. PLTA Buttu Batu (200 MW) di Sulawesi Selatan

Jonan menambahkan, potensi pembangunan pembangkit EBT akan terus ditingkatkan, mengingat keterjangkauannya yang lebih luas dan mencapai kawasan-kawasan pelosok Indonesia.

Hal ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 - 2026, dengan pembangkit listrik EBT mencapai 23% pada 2025 dengan kapasitas 45 GW. [fdl]

 
x