Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:52 WIB

Jonan Minta Diapresiasi DPR Soal Pendapatan Migas

Oleh : - | Jumat, 8 September 2017 | 15:45 WIB
Jonan Minta Diapresiasi DPR Soal Pendapatan Migas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meminta Komisi VII DPR mengapresiasi kinerja pemerintah dan SKK Migas terkait pendapatan dari migas sebesar US$18,23 miliar per Agustus 2017.

Dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis malam (7/9)/2017), Jonan menjelaskan, dari keseluruhan pendapatan sebesar US$18,23 miliar tersebut, sebesar 45% atau US$8,14 miliar menjadi milik negara.

Sementara itu, pendapatan produksi migas sepanjang 2016 sebesar US$24,89 miliar dan bagian negara US$9,67 miliar. "Untuk 2017, angkanya ini sementara sampai Agustus total revenue US$18,23 miliar. Ini saya minta bapak apresiasi ke saya karena dibanding US$24 miliar total pendapatan 'full year' 2016, ini sudah jauh lebih tinggi," kata Jonan.

Sebelumnya, salah satu anggota dari Fraksi Gerindra, Harry Poernomo, mempertanyakan pendapatan negara dari produksi minyak dan gas bumi (migas) 2016 hanya sebesar US$9,67 miliar atau 38%, sedangkan biaya "cost recovery" sebesar US$11,94 miliar.

Menurut dia, bagian negara terbilang kecil jika dilihat dari total keseluruhan pendapatan migas 2016 sebesar US$24,89 miliar. "Kita lihat ini volumenya kecil sekali. Mana bisa kita bekerja dengan 'cost' lebih tinggi seperti ini," ungkap mantan menteri perhubungan ini.

Jonan menjelaskan, dari angka absolut, biaya yang dikembalikan ke kontraktor atas kegiatan produksi migas (cost recovery) memang lebih besar daripada bagian negara (government take).

Namun, hal tersebut tidak menandakan negara rugi atas hasil produksi migas 2016. "Ini bukan rugi karena total revenue US$24,89 miliar dolar. Cost recovery sebesar US$11,94 miliar sehingga nettonya kurang lebih US$12,95 miliar kemudian dibagi dua yakni government take'US$9,67 miliar, dan contractor take sebesar US$3,28 miliar," kata Jonan.

Jonan menambahkan, hingga Agustus 2017, jatah negara dari produksi migas berkisar 45% atau US$8,14 miliar dari total pendapatan US$18,23 miliar. Sedangkan biaya cost recovery mencapai US$7,22 miliar, bagian kontraktor sebesar US$2,87 miliar.

Menurut Jonan, Kementerian ESDM dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya mempertahankan besaran bagian negara (government take) lebih besar dari total cost recovery pada produksi migas 2017. [tar]

Komentar

 
x