Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:54 WIB

Harga Jual Listrik IPP Beda-beda, Ini Kata Bos PLN

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 8 September 2017 | 16:55 WIB
Harga Jual Listrik IPP Beda-beda, Ini Kata Bos PLN
Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM,Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, bilang, sebanyak 64 pengembang pembangkit listrik/IPP energi baru terbarukan (EBT) yang sudah melakukan Power Purchase Agreement (PPA) tidak menjual listrik dengan harga yang sama untuk setiap pembangkit.
"Ini (64 IPP) sudah final. PPA itu final, Tidak bisa mundur. Nilai investasinya juga tidak sama," ujar Sofyan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Jumat (8/9/2017).
Hal ini dihitung berdasarkan Biaya Pokok Penyediaan Pembangkit (BPP) yang dikeluarkan oleh pengembang serta daerah lokasi pembangkit. "(Biaya) bisa berbeda bisa sama, tergantung pengembangnya masing-masing, dan daerah-daerahnya," jelas dia.
Apa yang dikatakan Sofyan, boleh jadi benar. Hal ini lantaran telah diubahnya aturan mengenai Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik dalam Permen Nomor 50 Tahun 2017 yang merupakan revisi kedua dari Permen 12 Tahun 2017.
Beleid itu mengatur perubahan formula harga pembelian tenaga listrik dari PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTBm dan PLTBg dalam hal BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat sama atau di bawah rata-rata BPP Pembangkitan nasional, harga patokan pembelian tenaga listrik semula sebesar sama dengan BPP Pembangkitan di sistem ketenagalistrikan setempat, menjadi ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak. Melalui aturan baru ini, Sofyan mengklaim banyak IPP yang mau tandatangan kontrak. "(Tahun lalu) agak sedikit, tahun ini jauh sekali," ujar Sofyan.
Sebelum direvisi, pada Permen 12 Tahun 2017 harga pembelian listrik dari surya, angin, air, biomassa, dan biogas maksimal 85% dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik di daerah tempat pembangkit tersebut beroperasi.
Untuk daerah yang memiliki BPP sangat rendah atau lebih rendah dari BPP nasional, Permen ESDM 12/2017 menetapkan tarif maksimalnya sama dengan BPP secara nasional. Sebagai gambaran, saat ini BPP secara nasional sekitar Rp 983/kWh, maka harga listrik energi terbarukan di Jawa bisa mencapai angka itu. [fdl]

Komentar

 
x