Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 00:31 WIB

Tim Ekonomi Jokowi Galaukan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : - | Jumat, 8 September 2017 | 17:09 WIB
Tim Ekonomi Jokowi Galaukan Pertumbuhan Ekonomi
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tim menteri ekonomi Jokowi mulai galau terkait target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,2% dalam APBNP 2017, bisa tercapai atau tidak?

Menanggapi hal ini Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta adanya peningkatan kinerja belanja pemerintah dalam APBN untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi di sisa 2017. "Yang harus agak didorong adalah dari APBN-nya," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (8/9//2017).

Darmin mengatakan pertumbuhan konsumsi pemerintah yang didukung oleh membaiknya realisasi belanja ini bisa mendukung kinerja investasi dan ekspor, yang pada semester I-2017 berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, ia mengharapkan adanya pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto yang lebih optimal pada semester II-2017, atau lebih baik dari pencapaian semester I-2017. "Jadi kalau mau pertumbuhan 5,2%, pertumbuhan investasi asalkan seperti semester satu sudah bagus," kata Darmin.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada semester I-2017 sebesar 5,01% yang didukung membaiknya kinerja investasi dan ekspor.

Meski demikian, pada triwulan II-2017, konsumsi pemerintah mengalami kontraksi dan tumbuh negatif 1,93% karena realisasi belanja pegawai dan belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun 2016.

Catatan positif adalah realisasi belanja bantuan sosial untuk perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang justru meningkat 18,61 persen pada periode ini.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2017 adalah sebesar 5,17% atau sedikit di bawah asumsi dalam APBNP yang ditetapkan 5,2%.

Ia mengatakan proyeksi itu bisa terwujud dengan catatan kinerja investasi, yang pada semester I-2017 hanya tumbuh 5,1%, tumbuh hingga 5,4% pada semester II-2017.

Namun, upaya untuk meningkatkan kinerja investasi tersebut bisa menghadapi kendala berupa pertumbuhan kredit perbankan yang masih mengalami kelesuan hingga pertengahan 2017.

"Pertumbuhan kredit perbankan masih perlu hati-hati karena bank banyak melakukan konsolidasi kepada performa kredit yang mengalami tekanan karena harga komoditas yang menurun," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR. [tar]

 
Embed Widget

x