Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 19 September 2017 | 18:44 WIB

Pecah Kongsi DPR dan Mulyani di Pertumbuhan 2018

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 11 September 2017 | 17:36 WIB
Pecah Kongsi DPR dan Mulyani di Pertumbuhan 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah terkesan terlalu 'pede' (percaya diri) terkait target pertumbuhan ekonomi 5,4% di 2018. Padahal, tantangan ekonomi global di tahun depan semakin berat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja membahas RAPBN 2018 di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017), diberondong sejumlah pertanyaan dari anggota parlemen. Intinya meragukan angka tersebut. "Kami tetap menganggap 5,4% masih reachable, atau bisa dicapai. Namun memang upayanya ekstra keras," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4%, maka konsumsi harus tumbuh di atas 5%. Pada 2018 mendatang, konsumsi ditargetkan bisa tumbuh 5,1%. Sementara itu, dari sisi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sendiri ditargetkan tumbuh 6,3% pada 2018.

Kata Sri Mulyani, tantangan terbesar pada 2018, yaitu pertumbuhan kredit industri perbankan, yang harus tumbuh cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Tahun ini saja, lanjut Sri Mulyani, kredit perbankan harusnya bisa meningkat sebesar Rp370 triliun dibandingkan tahun lalu. Ini syarat agar pertumbuhan ekonomi 5,2% bisa terwujud. Sedangkan tahun depan, kredit perbankan harus meningkat Rp483 triliun untuk mencapai pertumbuhan 5,4%.

"Dari sisi perbankan, kredit investasi harus tumbuh lebih tinggi. Dari 11-13 persen pada tahun ini menjadi 13-15 persen pada tahun depan," kata Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani mengharapkan belanja yang optimal dari BUMN untuk mencapai target 5,2% (2017). Dari lantai bursa, Sri Mulyani yang sempat tersangkut mega skandal Bank Century ini, berharap ada kontribusi dari sisi investasi sebesar Rp855 triliun. Untuk penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) diharapkan dapat mencapai Rp799 triliun. [ipe]

 
Embed Widget

x