Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:35 WIB

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018, BI tak Kompak

Oleh : - | Senin, 11 September 2017 | 19:17 WIB
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018, BI tak Kompak
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menakar pertumbuhan ekonomi tahun depan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tak kompak. Pemerintah optimis bisa 5,4% sementara BI lebih rendah yakni 5,26%.

"PDB (produk domestik bruto) pada 2018 kami perkirakan naik 5,2 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah dan BI di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Hal tersebut disampaikan Mirza setelah sejumlah anggota Komisi XI DPR RI meminta BI untuk mengkerucutkan proyeksinya dari sebelumnya yang hanya dalam bentuk kisaran yaitu 5,1%-5,5%.

Sementara itu, untuk laju inflasi pada 2018, bank sentral juga mengerucutkan proyeksinya dari sebelumnya 2,5-4,5%, menjadi 3,3%. Angka tersebut juga lebih rendah dari asumsi inflasi pemerintah dalam RAPBN 2018 yaitu 3,5%. "Inflasi kami proyeksikan 3,3 persen," ujar Mirza.

Terkait inflasi sendiri, Mirza menambahkan, laju inflasi yang semakin rendah memang semakin baik untuk meningkatkan daya saing. Namun, laju inflasi yang terlalu rendah juga dinilai tidak baik bagi perekonomian.

"Tahun ini inflasi 4 plus minus 1 persen, tahun depan inflasi 3,5 plus minus 1 persen atau 2,5-4,5 persen. Di bawah 2,5 kurang baik, di atas 4,5 tentu kurang baik juga," katanya.

Sementara itu, terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Mirza menolak untuk memberikan rata-rata kurs sepanjang 2018. Ia hanya menyebutkan pada akhir 2018 nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mencapai Rp13.550 per dolar AS. "Nilai tukar rupiah bukan merupakan target Bank Indonesia, target Bank Indonesia adalah inflasi," ujar Mirza. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x