Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:59 WIB

Sri Mulyani Balas Postingan Tere Liye di Instagram

Oleh : Uji Sukma Medianti | Selasa, 12 September 2017 | 04:09 WIB
Sri Mulyani Balas Postingan Tere Liye di Instagram
Menteri Keuangan, Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, membalas curhatan penulis kondang Tere Liye soal mahalnya tarif pajak untuk penulis, melalui akun instagramnya.

Sri Mulyani merespon postingan pengarang buku 'Tentang Kamu' itu, melalui akun instagram pribadinya. Ani, sapaan akrabnya, juga menggunggah foto-foto sejumlah buku karangan Tere Liye, Rosihan Anwar, serta Dee Lestari.

"Tentang Tere Liye" tulis Ani dalam judul captionnya. Bagi saya, buku adalah sahabat sejati. Dia menemani saya dimana saja dan kapan saja tanpa pernah protes- saat di mobil, waktu antri di dokter gigi, ketika hendak menikmati 'me time' juga menjelang tidur.

"Membaca buku selalu membawa saya pada dunia lain dan bahkan kadang mampu memberikan perspektif lain mengenai hidup dan kehidupan," tulisnya.

Ani mengatakan, buku yang bagus tidak ditulis begitu saja. Ada ide, imajinasi yang harus dikombinasikan dengan riset, data, survey, bahkan kunjungan lapangan kemudian dirangkai dalam kata menjadi cerita dan pesan.

Dikatakan Ani, ada jerih payah tidak mudah berupa keringat, air mata, bahkan darah yang nyata dibalik terbitnya suatu buku. Juga biaya yang sering tidak sedikit. Meski penulis pasti juga menikmati proses menulis itu sendiri.

Oleh karena itu, kata Ani, dirinya terhenyak ketika membaca berita bahwa seorang Tere Liye akan berhenti menerbitkan buku karena masalah perpajakan.

"Tere Liye menyatakan frustrasinya menghadapi "kebijakan perpajakan" dan "perlakukan aparat atau kantor pajak" terhadap kewajiban membayar pajak penghasilannya sebagai penulis," tulis Sri Mulyani.

Sebelumnya, publik dibuat ramai dengan postingan di laman Facebook milik Tere Liye. Postingan itu berisikan curhatan Tere Liye yang menyebut tidak akan menulis lagi tahun depan lantaran pajak yang dikenakan dari royalti terlalu tinggi. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x