Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:59 WIB

Inilah Kesepakatan RAPBN 2018 dengan Komisi XI DPR

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 12 September 2017 | 00:02 WIB
Inilah Kesepakatan RAPBN 2018 dengan Komisi XI DPR
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi XI DPR bersama pemerintah akhirnya menyepakati rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2018. Berikut yang keputusannya.

Kesepakatan ini lahir setelah perwakilan pemerintah yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Bappenas Bambang Brodojonegoro, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dan Deputi Senior Bank Indonesia Murza Adityaswara melakukam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng yang memimpin rapat langsung mengetok palu rapat yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut.

Politisi Golkar ini mengatakan, seluruh fraksi Komisi XI DPR menyetujui pertumbuhan ekonomi di level 5,4%, inflasi 3,5%, nilai tukar Rp 13.400 per US$, dan tingkat bunga SPN 3 bulan 5,2%. "Bisa disetujui ya, enggak ada range (rentang) lagi sudah Rp Rp13.400," kata Mekeng, sapaan akrabnya.

Untuk target pembangunan ekonomi, Mekeng mengungkapkan, Komisi XI menyetujui tingkat kemiskinan berada di level 9,5-10%, tingkat pengangguran berada di level 5-5,3%, gini rasio sebesar 0,38, dan indeks pembangunan manusia (IPM) di level 71,5.

"Jadi kita sudah sepakati bu menteri indikator ekonomi untuk dibahas di Banggar, semoga pertumbuhan ekonomi ini bisa tercapai, tentunya kita ingin lihat masyarakat semakin sejahtera," kata Mekeng.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik keputusan Komisi XI DPR. Dia menyebut, keputusan ini merupakan langkah awal dalam mendesain APBN yang lebih kredibel dan realistis.

Sri Mulyani mengatakan keputusan ini nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet.

Diketahui, asumsi dasar ekonomi awal yang telah tercatat dalam RAPBN 2018 untuk pertumbuhan ekonomi ditetapkan 5,4%, inflasi 3,5%, nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp 13.500, suku bunga SPN 3 bulan 5,3%, harga minyak (ICP) US$ 48 per barel, lifting minyak 800 ribu barel per hari (bph), dan lifting gas 1,2 juta barel setara minyak. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x