Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 23:00 WIB

Audit 7 BUMN Penikmat PMN Merugi, Libatkan BPKP

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 13 September 2017 | 04:29 WIB
Audit 7 BUMN Penikmat PMN Merugi, Libatkan BPKP
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian BUMN bakal mengaudit BUMN penikmat dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang masih tekor, alias merugi. Rencananya mengajak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro, mengatakan, audit dengan melibatkan BPKP agar bisa ditemukan akar permasalahannya. Bagaimana mungkin BUMN yang telah disuntik dana PMN masih mengalami kerugian. "Audit oleh BPKP supaya lebih independen dalam memberikan pendapat dan rekomendasi," kata Aloy, sapaan akrab Aloysius di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Aloy mengatakan, sepanjang 2015 hingga 2016, terdapat 7 BUMN yang mengalami kerugian. Ke-7 industri pelat merah itu adalah PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PTPN X, PTPN IX, PTPN VII, dan PTPN III.

Aloy bercerita, pada 2015, ke-7 BUMN tersebut menerima PMN senilai Rp5,5 triliun. Pada tahun yang sama, total rugi bersih yang dibukukan tujuh BUMN mencapai Rp700 miliar.

Alih-alih, BUMN tersebut menjadi bergas setelah disuntik dana segar. Tahun berikutnya, kerugian perusahaan plat merah tersebut melebar menjadi Rp3,2 triliun. Jadi, kemana larinya duit PMN tersebut? [ipe]

Komentar

 
x