Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 00:43 WIB

IUPK Freeport Deal, Pajak Timika Naik Jadi Berapa?

Oleh : - | Rabu, 13 September 2017 | 06:29 WIB
IUPK Freeport Deal, Pajak Timika Naik Jadi Berapa?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Timika - Pasca kesepakatan IUPK PT Freeport Indonesia dengan pemerintah, ada potensi kenaikan penerimaan pajak yang diterima Pemkab Mimika, Papua. Selama ini angkanya hanya US$3,2 juta.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Mimika, Dwi Cholifa bilang masih menghitung potensi kenaikan setoran pajak dari Freeport, seiring persetujuan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). "Sesuai komitmen pemerintah dengan pihak Freeport terkait penerapan IUPK ini, penerimaan negara harus lebih meningkat dibanding periode-periode sebelumnya," kata Dwi di Mimika, Selasa (12/9/2017).

Dwi menjelaskan, terdapat sejumlah potensi pajak yang akan diterima Pemkab Mimika dari Freeport, yaitu pajak mineral bukan logam, pajak penerangan jalan (PPJ) dan pajak air tanah, ditambah pajak tailing management system.

Pemkab Mimika, kata Dwi, telah ikut membahas potensi penerimaan pajak dari PT Freeport bersama sejumlah kementerian terkait di Jakarta pada Agustus lalu.

Menindaklanjuti hasil pertemuan di Jakarta itu, rencananya pada Rabu (13/9/2017) tim dari kementerian terkait akan ke Timika guna berdiskusi lebih lanjut dengan manajemen Freeport.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat telah berkomitmen agar pembayaran lumpsum dari PT Freeport untuk tiga obyek penerimaan pajak bagi Mimika harus ditingkatkan. Selama ini, Pemkab Mimika sebagai daerah penghasil tambang yang dikelola Freeport, menerima pendapatan sebesar US$3,2 juta.

Dwi memastikan penerapan IUPK bagi Freeport sebagai syarat untuk melanjutkan operasi di Timika, bakal mengerek naik penerimaan pajak daerah.

Sekedar mengingatkan saja, negosiasi pemerintah yang diwakili Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Freeport, menghasilkan tiga kesepakatan. Yakni, Freeport menyepakati divestasi 51% sahamnya, membangun smelter dalam waktu lima tahun sejak IUPK diterbitkan, serta menjamin penerimaan negara lebih besar. [tar]

 
x