Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 22:57 WIB

Monopoli, Ini Penjelasan Serikat Pekerja BUMN

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 13 September 2017 | 12:53 WIB
Monopoli, Ini Penjelasan Serikat Pekerja BUMN
Ketua Umum HIPMI, Bahlil Dahalia - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Federasi Serikat Pekerja BUMN/Sinergi BUMN Institute, meminta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tak menilai konteks monopoli BUMN dari besar kecilnya angka dalam proyek nasional.

Sebelumnya, Ketua Umum HIPMI, Bahlil Dahalia, mengatakan saat ini ada tren BUMN memonopoli pekerjaan proyek infrastruktur nasional. Menurut Bahlil, konteks monopoli dalam hal ini adalah bila bagian pekerjaan dengan angka tertentu seharusnya bisa diserahkan kepada pengusaha-pengusaha nasional.

Dalam arti lain, dia ingin pemerintah berbagi 'kue' kepada swasta dalam pengerjaan proyek strategis nasional dengan tidak dikerjakan seluruhnya BUMN saja. "Kita setuju ada penguatan BUMN untuk pekerjaan-pekerjaan besar. Kalau yang kecil-kecil juga untuk BUMN, lalu di mana peran swasta nasional," ucap dia dalam sebuah diskusi, Selasa (12/9/2017) kemarin.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Sinergi BUMN Institute, Achmad Yunus, menerangkan, tidak benar BUMN memonopoli dalam produksi semua komponen, peran serta swasta sangat terbuka untuk ikut dalam mengerjakan sebagian pekerjaan atas sebuah proyek nasional.

"Peran serta swasta memang perlu diatur agar semangat mengedepankan kesejahteraan kolektif melalui BUMN tetap terjaga, bangsa ini terhindar dari pengaruh neoliberal yang cenderung melemahkan peran negara," terang Yunus dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Oleh karena itu, pihaknya menolak pandangan terhadap peran BUMN yang diangap memonopoli dalam berbagai proyek nasional.

Dia menilai, hal tersebut semata-mata untuk kepentingan nasional, memperpendek kesenjangan dan menjaga konsep negara kesejahteraan yang dirumuskan oleh founding leaders dari pengaruh neoliberalis. [hid]

Komentar

 
x