Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 12:30 WIB

KLHK Utamakan Aspek Pencegahan dan Pemadaman Dini

Oleh : - | Kamis, 14 September 2017 | 10:03 WIB
KLHK Utamakan Aspek Pencegahan dan Pemadaman Dini
Petugas berusaha memadamkan api - (Foto: Inilahcom/Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Raffles B. Panjaitan menegaskan bahwa upaya pemadaman darat dan udara akan terus dilaksanakan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah yang rawan.

Pemadaman dini pada karhutla juga harus didahulukan sebelum api menjadi besar dan menimbulkan banyak kerugian. "Pembelajaran berharga dari pengalaman kebakaran hutan dan lahan yang lalu, pemerintah berupaya lebihkeras untuk mengutamakan aspek pencegahan dan memperkuat sinergitas para pihak dalam penanganan karhutla.

Upaya-upaya tersebutantara lain melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu pencegahan, penataan tatakelola air di kawasan gambut, sosialisasi dan penyadartahuan, menyiapkan sumber daya dalkarhutla baik untuk operasi pemadaman darat maupun udara, serta melaksanakan teknologi modifikasi cuaca- hujan buatan," tambah Raffles B. Panjaitan.

Di Sumatera Selatan BrigadeDalkarhutla KLHK- Manggala Agni bersama tim Satgas Daratmelakukan pemadaman karhutla di Kecamatan Tulung Selapan(OKI) dan Kecamata nMuara Belida (Muara Enim)(12/09/2017). Akses menuju titik api yang sulit di jangkau menjadi kendala para petugas.

Untuk menanggulangi kebakaran ini tim satgas udara juga melakukan pemadaman dari udara. Waterbombing dilakukan oleh 2 unit heli, heli MI17/ER-MHV dan Heli MI 8/EY-222. Satgas udara juga memutuskan untuk melakukan Teknologi ModifikasiCuaca (TMC) hujan buatan menggunakan Pesawat CasaA-2104 dengan menyemai garam sebanyak 800 kg di atas wilayah OKI dan OKUT.

Sementara itu pemadaman gabungan dilakukandi Desa Santan Sari dan Sako Makmur(Kecamatan Sembawa,Kabupaten Banyuasin) oleh Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA). Kebakaran yang terjadi bukandi lahan gambut namun pada vegetasisemak belukar seluas 28 Ha. Tim gabungan berhasil memadamkan Kebakaran ini.

DiJambi,Tim Patroli Terpadu Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, BPBD Tanjabar, TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran perusahaan swasta, aparat dan masyarakat Desa Muntialo melakukan pemadaman di Dusun Karya Lestari, Desa Muntialo (Kecamatan Batara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat).

Kebakaran seluas 1 Ha ini terjadi di lahandengan statusAreal Penggunaan Lain (APL) membakar vegetasi pakispinang, dan kelapasawit. Sedangkan di Sulawesi Tenggara,Manggala Agni Daops Tinanggea, petugas Balai TamanNasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) dan petugas PolsekLantari Jaya berhasilmemadamkan kebakaran pada kawasanhutan TNRAW di wilayah Kecamatan Lantari,KabupatenBombana seluas 3,22 Ha.

Untuk memperkuatkapasitas dan sinergi antar para pihak dalam pengendalian karhutla, di Kalimantan Bara Manggala Agni Daops Pontianak bekerja sama dengan Polresta Pontianak melakukan simulasi penanggulangan karhutla, bertempatdi Kecamatan Rasau Jaya (Kabupaten Kubu Raya), Selasa(12/9/2017).

Acara dimulai dengan apel bersama kesiapan dan komitmen penanganan karhutla dilanjutkan dengan simulasi menggunakan mesin, nozel dan pemadaman di lahan gambut.

Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 70orang yang terdiri dari40 orang Manggala Agni, 15 orang Polri, 10 orang TNI dan 5orang BPBD. Data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHKtanggal 13 September 2017 pukul 20.00 WIB, memantau 42 titikpanas (hotspot) pada satelit NOAA 19, dengan rincian 42 dengan rincian Sumatera Utara 1 titik (Kabupaten Padanglawas Utara); Jambi 2titik (Kabupaten Merangin dan Sarolangun); Sumatera Utara 18 titik (Kabupaten OKU, Banyuasin, OKI, Kota Lubuk Linggau, Musirawas, OKU Selatan, Lahat, Muaraenim, PALI) ;Kalimantan Barat 3 titik (Kabupaten Ketapang, Landak, Melawi).

Jawa Barat 2 titik(Kabupaten Bandung); Jawa Timur 2 titik (KabupatenSitubondo, Bojonegoro); Lampung 1titik (KabupatenWaykanan); Bangka Belitung 11 titik (KabupatenBelitung, Bangka,Bangka Barat, Bangka Tengah,BelitungTimur); Sumatera Barat 2 titik (Kab. SolokSelatan).Sedangkan berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA)Confidence Level >80%, terpantau15 titik hotspot denganrincian Sumatera Selatan 1 titik (Kabupaten Musirawas);

Kalimantan Timut 1 titik (Kabupaten Berau); SulawesiSelatan 1 titik (Kabupaten Bone);Sulawesi Barat 1 titik(Kabupaten Mamuju); Sulawesi Tengah 2 titik (KabupatenMorowaliUtara); Sulawesi Tenggara 1 titik (KabupatenKonawe Utara); NTB 2 titik (KabupatenSumbawa); NTT 6titik (Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ngada, Kupang). Berdasarkan Satelit NOAA 19 hotspot yang terpantauperiode 1 Januari 12 September 1.859 titik, padaperiode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.712titik(berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak853 titik / 31,45%).

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Confidence Level >80% periode tanggal 1 Januari 12September 2017 terpantau 1.147 titik hotspot, pada periodeyang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.295 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak2.148titik / 65,18%).

Tags

 
x