Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 10:06 WIB

Jonan Setuju Tarif Dasar Listrik Arus Laut NTT

Oleh : - | Kamis, 14 September 2017 | 14:45 WIB
Jonan Setuju Tarif Dasar Listrik Arus Laut NTT
facebook twitter

INILAHCOM, Kupang - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui tarif dasar listrik arus laut yang ditetapkan perusahaan Belanda Tidal Bridge BV yakni 7,2 sen (dolas AS) per kwh.

"Jadi pada Selasa (12/9) saya dengan perwakilan dari Tidal Bridge BV yang diwakili Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau, bertemu dengan Menteri ESDM dan membahas soal tarif dasar listrik khusus arus laut, dan pak Menteri secara lisan setuju," kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, NTT, Kamis (14/9/2017)

Ia mengatakan hal ini terkait rencana dari pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur yang menghubungkan pulau Flores dengan Adonara. Proyek ini melewati arus laut Gonzalu yang mempunyai potensi pengembangan arus listrik.

Gubernur dua periode itu mengatakan dalam pertemuan tersebut hadir juga Staf Khusus Presiden, Gories Mere untuk membahas soal rencana pembangunan jembatan Palmerah serta pembahasanan mengenai tarif dasar listrik laut.

Pihak dari Tidel Brige BV ini, lanjut Gubernur Frans, menawarkan harga 7,2 sen per kwh. Harga ini lebih rendah dari tawaran pertama dari Menteri ESDM yakni sebesar 9 sen per kwh. "Harganya jadi lebih rendah dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM sehingga beliaupun setuju keputusan menteri atau presiden.

Selama ini lanjut orang nomor satu di NTT itu, pembangunan jembatan Pancasila itu masih terhambat karena belum adanya kesepakatan soal listrik arus laut selat Gonzalu. "Kalau harga tarif dasar itu sudah disetujui maka sudah pasti jembatan Palmerah itu akan segera dibangun," tambah Ketua DPD PDI-P NTT itu.

Selanjutnya ia pun berharap agar pada tahun 2017 ini peletakan batu pertama sudah dapat dilakukan. Karena menurutnya pekerjaan pembangunannya 18 bulan lamanya.

Sementara Kepala Dinas PU Pemprov NTT, Andre Koreh menambahkan proyek Jembatan Palmerah yang dilengkapi dengan turbin pembangkit listrik di Larantuka, Flores Timur itu sedang dalam tahapan "Feasibility Study" (FS).

Dia mengatakan FS ini diperkirakan akan selesai pada Oktober. Jika dinyatakan layak, maka peletakan batu pertama akan dilakukan pada 20 Desember 2017 atau tepat pada hari Ulang Tahun NTT. [tar]

Komentar

 
x