Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 11:00 WIB

Bali Ekspor Ikan Paling Banyak ke AS

Oleh : - | Jumat, 15 September 2017 | 10:40 WIB
Bali Ekspor Ikan Paling Banyak ke AS
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Pasaran Amerika Serikat menyerap paling banyak pengapalan ikan dan udang dari Bali yang mencapai 38,07% dari total nilai komoditas tersebut US$8,46 juta selama Juli 2017.

"Ikan dan udang hasil tangkapan para nelayan itu menyusul diserap pasaran Jepang 16,64% dan China 7,87%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Jumat (15/9/2017).

Ia mengatakan ikan dan udang segar itu juga diminati konsumen Australia yang menyerap 7,65%, Singapura 1,30%, Jerman 1,45%, Prancis 1,86%, Inggris 0,58%, dan Thailand 0,87%.

Sekitar 16,92% sisanya diserap berbagai negara lain di belahan dunia, karena matadagangan ikan dan udang itu disenangi konsumen mancanegara.

Adi Nugroho menambahkan Bali mengekspor ikan dan udang mampu menghasilkan devisa US$8,46 juta selama Juli 2017, merosot US$1,05 juta atau 11,07% dibandingkan dengan Juni 2017 yang tercatat US$9,51 juta.

"Perolehan devisa itu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat US$449.470 ribu atau 5,61%, karena pada Juni 2016 ikan dan udang itu menyumbangkan devisa sebesar US$8,014 juta," kata Adi Nugroho.

Ekspor ikan dan udang tersebut mampu memberikan kontribusi 20,59% dari total nilai ekspor Bali US$41,112 juta selama Juli 2017, meningkat 4,17% dibandingkan dengan Juni 2017 yang tercatat US$39,46 juta.

Perolehan devisa itu meningkat 46 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, karena perolehan devisa pada Juni 2016 hanya tercatat US$28,15 juta.

Adi Nugroho menambahkan ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas utama ekspor Bali yang memberikan andil terbesar, yakni 20,59%, menyusul produk perhiasan (permata) 11,74%, produk pakaian jadi bukan rajutan 11,49%, produk kayu dan barang dari kayu 10,59%, serta produk perabot dan penerangan rumah 6,95%.

Ekspor ikan dan udang yang cukup besar itu memberikan dampak positif terhadap subsektor perikanan dalam membentuk nilai tukar petani (NTP) yang mengalami kenaikan 0,58% dari 105,86 pada Juli 2017 menjadi 106,48% pada Agustus 2017.

Kenaikan itu terjadi karena indeks harga yang diterima petani (lt) meningkat 0,49%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (lb) mengalami penurunan 0,09%.

Kenaikan indeks harga yang diterima petani dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok perikanan tangkap 0,67% dan budi daya perikanan 0,14%.

"Sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan indeks yang diterima petani meliputi cakalang, cumi-cumi, lemuru, dan lele," ujar Adi Nugroho. [tar]

Komentar

 
x