Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 13:25 WIB

Sengketa Bisnis AMDK

Saksi Aqua Sering Diingatkan Hakim untuk Jujur

Oleh : - | Jumat, 15 September 2017 | 18:54 WIB
Saksi Aqua Sering Diingatkan Hakim untuk Jujur
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) melanjutkan pemanggilan saksi-saksi atas dugaan pelanggaran Monopoli dan persaingan tidak sehat di sektor bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Dalam pemeriksaan para saksi pada Selasa hingga Kamis (14/9/2017), KPPU memanggil sejumlah saksi yang diperlukan untuk mengungkap dugaan pelanggaran UU No 5 Tahun 1999 tentang Anti Monopoli, khususnya pasal 15 ayat 3 huruf b dan pasal 19 huruf a dan b. Dalam kasus ini menyeret PT Tirta Investama selaku distributor dan PT Balina Agung Perkasa sebagai produsen Aqua.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Tim Majelis Munrohim Salam di kantor KPPU, Jakarta, dihadirkan saksi dari karyawan PT Tirta Investama Aqua yang bernama Sulistiyo Pramono.

Di mana, Sulistiyo menjabat sebagai Key Account Executive untuk wilayah penjualan Cikampek dan Cikarang. Dalam melakukan pekerjaa. seorang Key Account Executive berkoordinasi dengan DRM (Distribution Relation Manager).

Dari kesaksian terungkap, Sulistiyo pernah mengirim email kepada atasannya terkait status toko Cuncun atau Vanny milik Yatim Agus Prasetyo, Star Outlet (SO) beralamat di Jalan KH Ahmad Dahlan Karawang, Jawa Barat segera diturunkan menjadi Whole Seller (WS). Alasannya, Toko Vanny menolak larangan untuk tidak menjual Le Minerale.

Arnold Sihombing selaku Tim Investigator mengonfirmasi adanya surat elektronik alias email yang diterima Sulistiyo pada 17 Mei 2017 yang berisi penurunan degradasi toko Cuncun dari Star Outlet menjadi Whole Seller.

Namun, Sulistiyo mengatakan, penurunan status toko milik Yatim dari SO menjadi WS lebih kepada emosional. Sementara buktibukti di persidangan mengarah sebaliknya. Banyak suratsurat email sebagai bukti adanya koordinasi antara Sulistiyo dengan atasannya, baik di Tirta Investama maupun di Balina Agung Perkasa.

Karena Sulistiyo terkesan berbelit-belit, Munrohim sempat mengingatkan Sulistiyo untuk berkata jujur. Apalagi kesaksiannnya telah disumpah. "Tolong saksi memberikan keterangan dengan jujur. Sebab saksi telah disumpah," kata Munrohim.

Selanjutnya terungkap kronologi penurunan status Toko Cuncun atau Vanny dari SO menjadi WS bermula pada 11 Mei 2016. Antara Sulistiyo dan Yatim Agus Prasetyo terlibat percekcokan akibat pelarangan untuk tidak menjual Le Minerale.

Menurut Yatim, dirinya wajar merasa marah lantaran sering diintimidasi akan diturunkan status toko dari SO menjadi WS. Dirinya bahkan sering dihimbau untuk tidak menjual Le Minerale, padahal penjualan sedang bagus-bagusnya. Dan, sebagai pedagang, dirinya memiliki kekebasan untuk menjual seluruh produk. Termasuk menjual produk yang sangat diminati pasar. [tar]

Komentar

 
x