Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 02:37 WIB

Mendahului Alam, Amran Jamin tak Ada Paceklik

Oleh : - | Minggu, 17 September 2017 | 07:09 WIB
Mendahului Alam, Amran Jamin tak Ada Paceklik
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin, November hingga Januari 2018, tidak akan ada musim paceklik atau musim kekurangan bahan makanan.

Menteri Amran menjelaskan, untuk mencegah paceklik di Indonesia, petani harus menambah luas tanam hingga 1 juta hektar. Jika hanya mencapai 500 ribu hektare, musim paceklik sudah tentu akan terjadi.

"Setelah kami evaluasi, rata-rata satu juta tanam, dari yang dulu hanya 500 ribu hektare. Jadi kami yakin tiga bulan ke depan aman-aman saja. Tidak ada paceklik," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Ia menegaskan Kementerian Pertanian sudah mengevaluasi bahwa luas tanam, terutama pada masa tanam kritis Juli-Agustus-September, sudah mencapai 1 juta hektare sehingga diyakini stok pangan aman dan tidak terjadi paceklik.

Amran optimistis, Indonesia bisa melewati akhir tahun tanpa paceklik dan mengulang seperti 2016 di mana tidak terjadi paceklik.

Amran mengimbau seluruh sektor pertanian untuk berorientasi pada masa kritis untuk menanam tanaman pangan yang hanya tersisa hingga dua pekan mendatang hingga akhir September sebagai strategi menyiasati paceklik.

Selain itu, Amran optimistis, kekeringan di sebagian wilayah Jawa Barat dapat teratasi dengan berfungsinya Waduk Jatigede.

Ia meyakini persiapan menyiasati kekeringan selama tiga tahun dapat berkurang melalui irigasi, penyediaan embung dan normalisasi waduk. "Turunnya drastis karena banyak pompa yang kita kirim sudah puluhan ribu, kemudian embung kita bangun sumur dangkal dan sumur dalam. Kami yakin pasti dampak kekeringan menurun," ungkapnya.

Berdasarkan laporan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) periode Januari-Agustus 2017, luas kekeringan tahun 2017 yang terkena sebanyak 56.334 ha dan Puso 18.516 ha. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x