Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:40 WIB

Populasi Sapi Perah Jawa Barat Meningkat

Oleh : - | Senin, 18 September 2017 | 12:38 WIB
Populasi Sapi Perah Jawa Barat Meningkat
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Populasi Sapi perah di Jawa Barat pada tahun ini menunjukan peningkatan 3% ketimbang tahun lalu.

"Populasi sapi perah di Jawa Barat mulai meningkat setelah sempat turun di tahun 2016,Pembibitan Ternak Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Ir Asep Ali Fuad di Bandung, Senin (18/9/2017).

Ia menjelaskan, populasi sapi perah tahun 2016 tercatat 123.140 ekor atau naik 3% dibanding tahun 2015 yang tercatat 116.400 ekor. Namun Jawa Barat sempat mempunyai populasi 136.054 ekor di tahun 2012.

"Mudah-mudahan ini awal kebangkitan usaha peternakan di Jawa Barat," katanya.

Peningkatan populasi itu menyebabkan produksi susu sapi di Jawa Barat bertambah dari 249.000 ton di tahun 2015 menjadi 300.000 ton di tahun 2016.

Rata-rata produksi susu per ekor masih rendah, yakni 12 sampai 13 liter per hari, namun ada sejumlah peternak yang mempunyai sapi unggulan dengan produksi rata-rata 18 liter per hari.

Salah satu kendala penambahan populasi sapi adalah ketersediaan lahan untuk hijauan pakan yang terbatas dan kualitas bibit yang perlu ditingkatkan.

"Sapi perah merupakan hewan ruminansia, jadi 90% pakan harus hijauan, namun karena terbatas akhirnya dibantu konsentrat," katanya.

Asep mengatakan pihaknya terus memberikan penyuluhan kepada peternak bagaimana mengelola manajemen hijauan pakan dengan baik serta memberikan bibit hijauan unggulan seperti rumput taiwan dan rumput moot.

Ia mengungkapkan, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan juga mengembangkan bibit indigofera, jenis legume, di lahan seluas 20 hektare.

"Jawa Barat sudah mencanangkan penggunaan indigofera sebagai sumber hijauan berprotein tinggi di tahun 2016," katanya.

Menurut dia, melalui dana APBN juga akan dikembangkan indigofera seluas 45 hektare di 23 kabupaten di Jawa Barat.

Sejumlah peternak di Pangalengan dan Lembang juga mulai beralih ke tananan jagung sebagai sumber hijaun utama. Bahkan ada yang sudah menggunakan sistem kontrak dengan petani jagung sehingga ketersediaan pakan lebih terjamin.

Petani jagung mendapat harga yang bagus karena hasil panen tananam berikut jagungnya mencapai minimal 60 ton per hektare dengan harga jual kontrak minimal Rp750 per kilogram, artinya pendapatan kotor petani jagung bisa Rp45 juta per hektare.

Ada juga peternak yang hanya membeli tanaman sisa panen tanpa jagungnya dengan harga beli Rp500 sampai Rp550 per kilogram terima di kandang. [tar]

Komentar

 
x