Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:41 WIB

Stok Pangan Hingga Natal dan Tahun Baru Aman

Oleh : - | Senin, 18 September 2017 | 17:15 WIB
Stok Pangan Hingga Natal dan Tahun Baru Aman
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian optimistis stok dan harga sejumlah komoditas hortikultura seperti aneka cabai dan bawang merah menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, stabil.

"Direktorat Jenderal Hortikultura sudah amankan produksi, bahkan ada indikator suprlus," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Spudnik Sujono, di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Dia memaparkan, untuk cabai rawit, prognosis ketersediaan sebanyak 78.606 ton pada September 2017, sedangkan kebutuhannya 73.197 ton. Pada Oktober, ketersediaan 77.983 ton dengan kebutuhan 69.615 ton. Dan, ketersedian November sebesar 77.792 ton dengan kebutuhan 69.344 ton.

Prognosis cabai besar pada September untuk ketersediaan 100.373 ton dengan kebutuhan 91.469 ton. Pada Oktober ketersediaan 100.373 ton dengan kebutuhan 91.468 ton. Sedangkan November diperkirakan ketersediaan 100.464 ton dengan kebutuhan 92.340 ton.

Komoditas bawang merah, prakiraan ketersediaan pada September sebesar 108.987 ton dengan kebutuhan 100.291 ton, pada Oktober ketersediaan sekitar 108.987 ton dengan kebutuhan 99.374 ton, dan pada November ketersediaan 111.464 ton dengan kebutuhan 100.517 ton.

Spudnik menerangkan tingginya produksi aneka cabai dan bawang merah tersebut dapat di atas kebutuhan nasional, karena Ditjen Hortikultura telah melakukan berbagai upaya secara berkesinambungan, antara lain menambah luas areal tanam, membentuk program petani "champion" di sejumlah daerah sebagai sentra produksi baru, mengatur pola tanam, pemberian bantuan berupa pupuk dan benih hingga alat dan mesin pertanian.

"Saya harus amankan terus manajemen tanam menjadi dasar untuk pastikan suplai pasokan. Kedua, untuk menjamin manajemen tanam, harus ada infrastruktur, sarana prasarana dipenuhi. Saya lakukan semua dan tentunya tiap daerah berbeda-beda. Kemampuan kita juga berbeda-beda," papar Spudnik.

Dari aspek harga, kata peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya (Unibra) Malang itu, tidak ada kenaikan yang signifikan di tingkat konsumen. Tentang tren menurunnya harga jual di tingkat petani dalam beberapa bulan terakhir, khususnya cabai.

Dia berpendapat, salah satu faktor yang memengaruhi turunnya harga jual di tingkat petani adalah terkait panjangnya rantai distribusi. [tar]

Komentar

 
x