Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:42 WIB

Bulog Kediri Siap Borong 60.000 Ton Gula Petani

Oleh : - | Selasa, 19 September 2017 | 13:30 WIB
Bulog Kediri Siap Borong 60.000 Ton Gula Petani
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Kediri - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Kediri, Jawa Timur menargetkan serapan gula petani sebanyak 60 ribu ton. Memborong gula petani yang diproduksi BUMN gula.

"Target volume besar, tapi tergantung realisasi dan ini tidak mengikat. Rencananya di atas 60 ribu ton," kata Kepala Bulog Subdivre Kediri, Rachmat Syahjoni Putra di Kediri, Jawa Timur, Selasa (19/9/2017).

Ia mengatakan kebijakan agar Bulog ikut serta dalam penyerapan gula merupakan keputusan dari pusat. Bulog Kediri siap menindaklanjutinya. "Saat ini masih dalam persiapan termasuk koordinasi dengan APTRI untuk penyerapannya," kata Rachmat.

Untuk keperluan tersebut, Bulog Kediri sedang menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia yang mengurusi tata niaga komoditas itu. Gudang milik Bulog yang selama ini disiapkan untuk menyimpan beras ke depannya juga bakal difungsikan untuk penyimpanan gula.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait dengan rencana pembelian gula petani tersebut, salah satunya untuk memastikan gula yang diproduksi sudah sesuai dengan standar nasional.

Terkait dengan rencana pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk gula tebu, Bulog mengakui hal tersebut tentunya membuat harga gula menjadi lebih mahal. Untuk itu, pemerintah membuat kebijakan terkait penyerapan gula petani. "Ke depan pembelian gula juga lewat Bulog," kata Rachmat.

Sementara itu, Ketua DPC Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Pesantren Baru, Suprayitno mengatakan, hingga kini, belum ada keputusan terkait dengan pembelian gula tersebut.

Bulog Kediri masih melakukan sosialisasi dengan rencana pembelian itu, salah satunya terkait pembelian gula tebu oleh Bulog dengan harga Rp9.700 per kilogram.

Dalam sosialisasi itu, selain dijelaskan tentang harga, juga mekanisme cara pembelian hingga teknis lainnya. Petani juga tidak dibebankan PPN, namun tetap dibebankan PPh sebesar 1,5%. Dengan adanya PPh tersebut dari harga Rp9.700 per kilogram, petani hanya mendapatkan harga Rp9.540 per kilogram.

"Harga Rp9.700 per kilogram itu masih kena PPh 1,5%. Petani pada harga itu (Rp9.700 per kilogram) belum BEP, dan masih dibebani lagi PPh," kata Suprayitno.

Ia sangat berharap pemerintah mengkaji kembali harga yang diberlakukan untuk pembelian gula petani, dengan mempertimbangkan penantian petani yang menunggu hingga satu tahun baru mendapatkan keuntungan.

Stok gula di pabrik hingga kini juga masih menumpuk. Stok gula dari pabrik yang ada di Kediri dan sekitarnya setiap pekan sekitar enam ribu ton. Saat ini, yang belum terjual adalah stok sekitar empat pekan, sehingga total hingga 24 ribu ton, yang merupakan khusus gula petani.

Gula itu produksi dari Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri, PG Meritjan Kediri, PG Ngadirejo Kabupaten Kediri, PG Lestari Kabupaten Nganjuk, dan PG Mojopanggung Kabupaten Tulungagung. [tar]

Komentar

 
x