Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:44 WIB

RI dan Namibia Sepakat Tingkatkan Perdagangan

Oleh : - | Selasa, 19 September 2017 | 14:00 WIB
RI dan Namibia Sepakat Tingkatkan Perdagangan
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi - (Foto: inilahcom/Didik S)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi bertemu Menteri Luar Negeri Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah. Lahir kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama dagang.

"Indonesia akan meningkatkan kerja sama ekonomi Namibia, termasuk melalui 'Preferential Trade Agreement' (Perjanjian Perdagangan Istimewa) antara Indonesia dan SACU (Serikat Bea Cukai Afrika Selatan)," kata Retno dalam rilis pers Kementerian Luar Negeri RI kepada media di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan Retno usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Namibia di sela Sidang Majelis Umum PBB 2017 di New York, Amerika Serikat, Senin (18/9/2017).

Kedua menlu ini bersepakat untuk memperkuat perdagangan Indonesia-Namibia yang belum terjajaki dengan baik. Perjanjian Perdagangan Istimewa (Preferential Trade Agreement/PTA) antara Indonesia dengan SACU diharapkan mampu menurunkan tarif dan mendorong peningkatan perdagangan bilateral. Untuk itu, Indonesia mengharapkan dukungan Namibia, selaku anggota SACU, atas proposal PTA yang diajukan Indonesia.

Lebih lanjut, Retno menyampaikan, perlunya mendorong pertukaran antara pelaku bisnis kedua negara, termasuk dengan meningkatkan kehadiran pengusaha kedua negara pada pameran dagang di negara masing-masing.

"Saya mengundang Namibia untuk dapat berpartisipasi pada 'event-event' yang kita selenggarakan seperti Trade Expo 2017 di Jakarta, dan Indonesia Africa Forum di Bali pada April 2018 mendatang," ujar Retno.

Nilai perdagangan Indonesia-Namibia pada 2016 mencapai US$4,01 juta. Tren perdagangan kedua negara dalam lima tahun terakhir meningkat sebesar 0,42%.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Namibia, antara lain kertas, sabun, ikan kemasan, perabotan dan ban. Sebagai terobosan, Indonesia akan menawarkan kepada Namibia produk-produk industri strategis, seperti pesawat terbang, kapal, dan lokomotif. [tar]

Komentar

 
x