Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:54 WIB

Gaduhnya Top Up E-Money Berbayar, Ini Kata Bos BI

Oleh : - | Selasa, 19 September 2017 | 16:55 WIB
Gaduhnya Top Up E-Money Berbayar, Ini Kata Bos BI
Gubernur BI Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia baru akan mengatur untuk pengenaan biaya isi saldo uang elektronik yang dilakukan secara lintas perbankan dan lintas jaringan (off-us routing).

Sementara untuk "on-us routing" (satu jaringan infrastruktur) masih mengacu pada regulasi sebelumnya yang belum terdapat ketentuan biaya.

Hal tersebut dikatakan Gubernur BI Agus Martowardojo di sela penyelenggaran IBEX 2017, terkait polemik top up e-money berbayar, di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Agus mengatakan Bank Sentral baru akan menetapkan batas atas (capping) maksimum untuk biaya isi saldo uang elektronik yang dilakukan off-us routing. "Sedangkan kalau isi saldo 'on-us' perlu ada penyesuaian regulasi PBI Uang Elektronik dulu baru nanti dilakukan penerbitan peraturan anggota dewan gubernur," ujar Agus.

Adapun transaksi off-us merupakan jenis transaksi yang melibatkan sarana dan prasarana pihak ketiga. Misalkan, dicontohkan Agus, pengguna uang elektronik Bank Mandiri mengisi saldo di mesin milik perbankan lain ataupun mesin di merchant (peritel) lain.

Sedangkan transaksi on-us merupakan jenis transaksi yang menggunakan sarana dan prasarana bank penerbit uang elektronik tersebut. Misalkan, pengguna uang elektronik Bank Mandiri mengisi saldo di ATM ataupun kantor cabang Bank Mandiri. "Yang kami beri perhatian untuk yang off-us terlebih dahulu, yang antarbank, yang isi saldo di toko ritel, kami akan atur maksimumnya," ujar Agus.

Agus beralasan, isi saldo melalui off-us perlu diatur batas maksimumnya. Selama ini, bank maupun peritel kerap mengenakan biaya isi saldo uang elektronik melalui off-us secara berlebihan. "Dia tidak boleh kenakan lebih dari jumlah tertentu. Itu yang diatur," ujar Agus.

Namun, kata Agus, dalam isi saldo melalui off-us, tidak semua transaksi dikenakan biaya isi ulang. BI akan mengatur, dalam rentang jumlah saldo tertentu, konsumen dibebaskan biaya untuk isi saldo melalui off-us.

Namun, dalam jumlah rentang saldo tertentu pula, nasabah akan dikenakan biaya isi saldo. Sayangnya, Agus masih enggan mengungkapkan berapa rentang saldo tersebut. "Selama ini kalau mau isi saldo di pihak ketiga bisa kena Rp2-3 ribu. Harga yang kami atur itu tidak melebihi jumlah tertentu. Nah, untuk jumlah tertentu yang di bawah jumlah tertentu akan bebas biaya" ujar dia.

Agus mengatakan akan segera mengeluarkan peraturan terkait biaya isi saldo melalui off-us routing itu. Nantinya, BI juga akan mengatur biaya isi saldo untuk on-us routing. "Secara umum kami akan beri aturan untuk yang 'on-us' akan lebih murah dibanding off-us," ujar dia. [tar]

Komentar

 
x