Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:47 WIB

Asa Menteri Budi di Transjakarta Berkelas Premium

Oleh : - | Rabu, 20 September 2017 | 08:19 WIB
Asa Menteri Budi di Transjakarta Berkelas Premium
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom/Didik S)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya dengan dioperasikannya Transjabodetabek kelas premium rute Mega City Bekasi-Plaza Senayan.

"Target kita adalah mengurangi kendaraan pribadi karena yang membuat padat lalu lintas ini kendaraan (pribadi), kalau semua pengendara jadi satu itu akan mengurangi kepadatan di jalan raya," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Akan tetapi, lanjut dia dalam uji coba ini dianggap belum maksimal karena menurutnya masyarakat harus berganti-ganti sarana transportasi untuk satu kali keberangkatan dari rumah ke titik keberangkatan hingga tiba di tempat tujuan.

Karena itu, Budi menginisiasi agar angkutan bus dilakukan dari satu titik ke titik yang lain.

"Saya pikir kita juga harus lebih kreatif, kita mungkin juga harus melakukan angkutan bus 'point to point' artinya (misalnya) dari Jababeka ke Thamrin, dari Lippo Cikarang langsung ke mana, dari Kemang Pratama menuju tempat tertentu," katanya.

Budi berharap TransJabodetabek Premium ini nantinya menjadi suatu angkutan alternatif pilihan bagi masyarakat.

Dia berpendapat meskipun nantinya akan ada LRT tetapi bus tetap menjadi alternatif masyarakat.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan waktu tempuh TransJabodetabek Premium dari Bekasi - Jakarta tidak lebih dari 90 menit dan selama uji coba sejak 7 September 2017 pada jam sibuk waktu tempuh Bekasi - Senayan hanya memakan waktu satu jam 20 menit.

"KPI (key performance indicators) kami 'point to point' tidak boleh lebih dari satu jam 30 menit dan selama uji coba sebulan ini pada jam sibuk di hari Senin waktu tempuh Bekasi - Senayan memakan waktu 1 jam 20 menit," ujarnya.

Bambang menambahkan dengan adanya TransJabodetabek ini pemerintah ingin memindahkan 50% pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Senada dengan Menhub, Bambang berharap warga Bekasi dapat mengoptimalkan penggunaan layanan ini.

TransJabodetabek Premium dilengkapi sejumlah fasilitas yang dapat memanjakan penumpang, seperti dilengkapi pendingin ruangan, kursi yang sangat nyaman dilengkapi sabuk pengaman, wifi gratis, dan yang terutama bus ini nantinya menggunakan Jalur Khusus Angkutan Umum (JKAU) di jalan tol.

Untuk menikmati layanan bus TransJabodetabek Premium ini penumpang cukup membayar Rp20.000 tiap penumpang untuk satu kali perjalanan.

Bahkan bagi penumpang yang memarkirkan kendaraan pribadinya di Mega City Bekasi nantinya hanya cukup membayar tarif parkir flat Rp10.000 di Mega City Bekasi, cukup dengan menunjukan tiket TransJabodetabek Premium.

Saat ini baru ada tiga bus dengan masing-masing tiga trip yang melayani penumpang dari Mega City Bekasi dan dari Plaza Senayan pada jam sibuk.

Untuk rute Mega City Bekasi - Plaza Senayan tersedia mulai pukul 05.45, pukul 06.05, dan pukul 06.25. Sedangkan untuk rute Plaza Senayan - Mega City Bekasi tersedia pada pukul 16.45, pukul 17.15, dan pukul 17.45 WIB.

Ke depan, tidak hanya rute TransJabodetabek Premium Mega City Bekasi ke Plaza Senayan saja yang ada, namun juga dari akses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur ke Bunderan HI dan ke pusat-pusat kegiatan lainnya di Jakarta.

Dengan adanya layanan TransJabodetabek Premium ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan angkutan umum perkotaan di Jabodetabek dan juga sebagai alternatif solusi perbaikan tingkat layanan jalan ruas tol Bekasi - Tol Dalam Kota Jakarta yang saat ini lalu lintasnya sudah sangat padat.

Selain Kepala BPTJ, turut mendamping Menhub dalam uji coba kali ini Plt Direktur Jenderal Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Direktur Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Tatan Rustandi, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Adrianto Djokosoetono, dan sejumlah pejabat terkait Kementerian Perhubungan. [tar]

Komentar

 
x