Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:45 WIB

KLHK Kerahkan Satgas Udara Pantau Karhutla Kalsel

Oleh : - | Selasa, 19 September 2017 | 18:53 WIB
KLHK Kerahkan Satgas Udara Pantau Karhutla Kalsel
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), melaksanakan patroli udara bersama BPBD Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sebagai monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan darat.

Wilayah patroli meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala, yang terdiri dari Kecamatan Cintapuri Darussalam, Lingkar Utara, Kecamatan Mandastana, Tahura Sultan Adam, Kecamatan Beruntung Baru, Pengaron, Binuang, dan Sungai Rangas Martapura Barat.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Raffles B. Pandjaitan, menyampaikan bahwa, selain patroli selama kurang lebih 1 jam 20 menit ini, Satgas juga melakukan pemadaman udara (water bombing). "Sudah beberapa hari Helly KLHK ditempatkan di Kalimantan Selatan, hal ini sebagai antisipasi penanganan Karhutla pada areal yang jauh dan sulit dijangkau," jelasnya.

Sementara itu di hari yang sama, lahan terbakar sekitar 1,5 hektar di Palangkaraya berhasil dipadamkan Manggala Agni Daops Palangkaraya. Sedangkan di Sumatera Selatan, upaya pemadaman darat dan udara selama kurang lebih 4 jam dilakukan pada lahan seluas sekitar 10 Ha di Kabupaten Ogan Ilir.

Terkait jumlah hotspot terbaru, Raffles menyampaikan sampai hari Senin pukul 20.00 WIB, data Satelit NOAA menunjukkan 12 titik, yang tersebar di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan masing-masing 5 titik, Kalimantan Tengah 1 titik dan Sulawesi Tenggara 1 titik.

Di waktu yang sama, data satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level lebih dari 80% menunjukkan 8 titik, dengan sebaran di Sumatera Utara dan Jawa Barat masing-masing 1 titik, dan di Jawa Timur serta Sulawesi Selatan masing-masing 3 titik. Secara imum, jumlah hotspot tidak berbeda jauh, karena pantauan satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level 80%, juga menunjukkan 6 hotspot meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Dengan demikian, menurut Raffles, jumlah hotspot (NOAA) sampai saat ini (2.021 titik), dan menurun sebanyak 1.159 titik (36,44%), dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 3.180 titik. Sedangkan data TERRA AQUA (NASA) (confidence level >80%) menurun 2.049 titik (59,78%), dari semula 3.427 titik (2016), menjadi 1.378 titik. [*]

Komentar

 
x