Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:11 WIB

Asa Besar di Proyek Jambaran-Tiung Biru

Oleh : Uji Sukma Medianti | Jumat, 22 September 2017 | 18:00 WIB
Asa Besar di Proyek Jambaran-Tiung Biru
Direktur Eksekutif ReforMiner Institue Komaidi Notonegoro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif ReforMiner Institue, Komaidi Notonegoro menilai, kesepakatan harga gas antara Pertamina dan PLN di Jambaran-Tiung Biru, bakal memberi multiplier effect yang tinggi.

Menurut Komaidi, banyak dampak ekonomi dihasilkan, mulai sektor tenaga kerja hingga industri. "Sangat strategis dan positif. Banyak mulitiplier effect sektor ekonomi yang bisa digerakkan," kata Komaidi di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Menurut Komaidi, dampak ekonomi yang dihasilkan memang luar biasa. Termasuk di antaranya, bahwa pasokan gas dari Jambaran-Tiung Biru sangat vital untuk memenuhi kebutuhan gas di Indonesia, khususnya listrik dan industri di Jawa.

"Selain industri di Jawa Timur akan terus bertumbuh. Belum lagi listrik yang interkoneksi, sehingga hasil pembangkit di Jatim bisa untuk Jawa Tengah dan Bali. Listrik juga akan menggerakkan sektor-sektor lain. Di sektor pertanian, misalnya, akan memberi nilai tambah industri pupuk dan petrokimia," kata dia.

Komaidi juga meyakini, Jambaran-Tiung Biru bisa mempercepat utilisasi pipa gas Gresik-Semarang, sehingga pemanfaatan gas bisa diperluas. Dengan demikian, proyek-proyek yang sempat tertunda dan keekonomiannya diragukan, semua akan kembali berjalan satu per satu.

Khusus sektor industri, Jambaran-Tiung Biru menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pasokan gas. Benar bahwa saat ini LNG sedang melimpah, karena kilang minyak di beberapa negara, seperti Qatar, Australia, dan Papua Nugini sedang banyak. Tetapi Komaidi mengingatkan, bahwa industri tidak boleh berpikir terlalu mikro dan jangka pendek.

"Gas yang sedang banyak ini hanya bertahan hingga 2018. Padahal, industri harus berpikir hingga 2025-2030. Artinya, industri pun membutuhkan pasokan gas dari Jambaran-Tiung Biru," kata dia.

Tidak kalah penting, adalah penyerapan tenaga kerja yang sangat luar biasa. Karena dengan pertumbuhan yang terus meningkat, industri juga semakin membutuhkan banyak tenaga kerja. Tidak yang terkait langsung, namun juga industri penunjang, seperti pipa hingga makanan.

Disamping industri primer, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun, diyakini bisa terimbas positif operasional lapangan Jambaran-Tiung Biru. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Erik Hidayat, melihat bahwa proyek itu sangat positif bagi masyarakat, tidak terkecuali pengusaha kecil, yang notabene kontribusi besar dalam perekonomian nasional.

"Harus dong. Karena efeknya ke masyarakat bawah. Terdapat 56 juta mikro bisnis, dengan 60 persen di antaranya adalah kuliner, termasuk warung, tukang kue, dan makanan kaki lima. Mereka harus terkena dampak positif kerja sama antara PLN dan Pertamina itu," kata Erik.

Jika itu terjadi, kata dia, diharapkan bisa memperkuat daya saing UMKM, yang pada ujungnya akan berimbas positif bagi perekonomian daerah dan nasional. Selain itu, kata dia, diharapkan pula bisa mendukung 24 kementerian yang selama ini memiliki program masing-masing dalam pengembangan UMKM.

"Kita semua banyak membantu, sudah kewajiban bagi semua lembaga bahkan BUMN untuk memajukan UMKM," kata Erik. [hid]

Tags

Komentar

 
x