Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 12:48 WIB

Menteri Budi Dibuat Repot Gunung Agung

Oleh : - | Sabtu, 23 September 2017 | 16:09 WIB
Menteri Budi Dibuat Repot Gunung Agung
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom/Didik S)
facebook twitter

INILAHCOM, Pemalang - Batuknya Gunung Agung di Bali, bikin repot Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Lima bandara disiagakan untuk mengantisipasi gangguan penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

"Kami sudah siapkan bandara di sekitar Bali," katanya kepada wartawan usai dialog bertema Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2017).

Ia mengatakan, bandara yang disiapkan itu adalah Lombok, Makassar, Banyuwangi, Surabaya dan Malang. Diharapkan, Gunung Agung tidak meletus agar tidak mengganggu penerbangan dan dunia wisata di Bali.

Sejauh ini, ia mengatakan, penerbangan di Bali masih normal kendati terjadi peningkatan aktivitas Gunung Agung. Sebelumnya, pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyatakan penerbangan di bandara setempat tidak terpengaruh dengan peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Agung yang telah menjadi level awas.

"Sampai saat ini penerbangan masih normal," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Sabtu.

Pihaknya menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait untuk memantau kondisi terakhir setelah peningkatan status aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani menyatakan status Gunung Agung di Karangasem naik dari siaga (Level III) menjadi awas (Level IV) terhitung mulai Jumat (22/9) pukul 20.30 Wita.

"Melihat perkembangan kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa, maka kita tingkatkan statusnya dari Siaga atau Level III menjadi Awas atau Level IV," katanya.

Dengan peningkatan status itu maka wilayah steril yang semula untuk radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi radius sembilan kilometer, lalu ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan-barat daya.

Warga yang bermukim di sekitar kaki gunung tertinggi di Bali itu mulai mengungsi. Sedikitnya di 50 titik pengungsian tersebar di Kabupaten Buleleng, Klungkung, dan Karangasem. [tar]

Komentar

 
x