Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:01 WIB

KLHK Antisipasi Meningkatnya Hotspot di Kalbar

Oleh : - | Minggu, 24 September 2017 | 00:22 WIB
KLHK Antisipasi Meningkatnya Hotspot di Kalbar
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Hotspot atau titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terpantau di Kalimantan Barat kembali meningkat (22/9/2017).

Menurut hasil pemantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, 22 September 2017 (laporan pukul 20.00 WIB), Satelit NOAA19 terpantau 102 titik hotspot dengan rincian Kalimantan Barat 94 titik (Kabupaten Sanggau, Sintang, Sambas, Ketapang. Sekadau, Melawi). Di provinsi lainnya seperti Lampung 2 titik , dan masing masing 1 titik di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan Sumsel.

Sedangkan informasi hotspot berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80%, terpantau 57 titik hotspot dengan rincian Kalimantan Barat 43 titik (Kabupaten Kayong Utara, Sanggau, Sintang, Sambas, Ketapang, Sekadau, Melawi). Di provinsi lainnya masing-masing 5 titik di Provinsi Kalimantan Tengah dan NTB; Jawa Barat 2 titik; dan masing-masing 1 titik di Lampung dan Jawa Timur.

Menurut informasi BMKG wilayah Kalimantan Barat, banyaknya jumlah hotspot yang terpantau pada 22 September 2017 di Kalimantan Barat dipicu oleh berkurangnya hujan di Kalimantan Barat dan bertambahnya nilai suhu udara. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain Kelembaban udara pada lapisan 850 mb hingga 700 mb mulai berkurang di sekitar wilayah Kalimantan Barat.

Selain itu adanya pusat tekanan rendah di sebelah timur Philipina, sehinga masa udara di Kalimantan Barat tertarik menuju timur Philipina. Suhu terasa panas karena memang matahari sedang berada tepat di ekuator, tak heran maka panas terasa begitu menyengat. Beberapa hal tersebut menjadi salah satu pemicu munculnya hotspot di banyak lokasi di Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah titik api (firespot) juga meningkat diduga diakibatkan banyaknya aktivitas masyarakat yang sedang membersihkan lahan untuk penyiapan lahan pertanian/perkebunan.

Mengantisipasi hal ini Brigade Dalkarhutla KLHK - Manggala Agni, bersama dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus menggiatkan patroli terpadu, tidak hanya di Kalimantan Barat namun juga di 7 (tujuh) provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan lainnya. Patroli terpadu disertai dengan mengaktifkan posko-posko desa, antara lain di Kalimantan Barat (60 posko desa), Kalimantan Tengah (55 posko desa), Kalimantan Selatan (20 posko desa), Kalimantan Timur (15 posko desa), Sumatera Utara (15 posko desa), Riau (20 posko desa), Jambi (20 posko desa), Sumatera Selatan (60 posko desa).

Patroli terpadu yang digagas dan difasilitasi oleh KLHK ini sudah memasuki periode IV yang dimulai serentak pada Jumat (22/09/2017) sampai dengan 21 Oktober 2017. Pada periode ini akan diaktifkan sebanyak 300 posko desa yang menjangkau sebanyak 1.203 desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK , menjelaskan bahwa tim patroli terpadu pencegahan karhutla akan terus memantau kondisi daerah rawan karhutla sampai ke tingkat tapak dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla. Selain itu jika terdeteksi adanya hotspot, mereka akan segera melakukan pengecekan lapangan (groundcheck). Jika ditemukan kebakaran (firespot) mereka akan segera melakukan pemadaman awal untuk mengantisipasi meluasnya karhutla.

"Patroli terpadu adalah suatu upaya pencegahan dengan menitik beratkan pada perubahan perilaku dan fasilitasi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Proses perubahan perilaku ini membutuhkan waktu dan ketelatenan melalui kunjungan intensif kepada masyarakat. Dengan interaksi seperti ini antara tim patroli dan masyarakat akan terbentuk hubungan yang baik satu sama lain dalam konteks mencegah karhutla", ujar Raffles B. Panjaitan.

Selain patroli terpadu terpadu yang telah berjalan, Manggala Agni masih terus melakukan pemadaman (22/09/2017). Seperti di Kalimantan Barat, pemadaman dini dilakukan Manggala Agni Daops Sintang di Dusun Sabang Laja, Desa Merpak, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang pada titik koordinat N : 0.11106, E : 111.7046. Kebakaran seluas 0.3 Ha ini segera berhasil dipadamkan. Mereka juga melakukan pemadaman di Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi pada titik koordinat S : 00.362011, E: 111.682653. Kebakaran seluas 0,75 berhasil dipadamkan.

Di Sumatera Selatan, Manggala Agni Daops Banyuasin melakukan pemadaman di tiga lokasi. Pertama, pemadaman pada lahan gambut di Desa Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir pada titik koordinat S 03.16218 E 104.70300 seluas 2 Ha. Kedua, pemadaman di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir pada titik koordinat S : 02.90756 E : 104.63058 seluas 2 Ha.

Ketiga, pemadaman pada tanah mineral/ non gambut di Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kab. Banyuasin di titik koordinat S 02.90756 E 104.63058 seluas 1 Ha.

Sementara itu Manggala Agni Daops Lahat, Sumatera Selatan juga melakukan pemadaman di tiga lokasi. Pertama, di Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim pada koordinat S 03.12464 E 104.52541 seluas 1,5 Ha. Kedua, lokasi berada pada titik koordinat S 03.13216 E 104.53082 seluas 1,5 Ha. Ketiga, pemadaman di Desa Kayu Ara Batu, Kecamatan Muara Belida, Kab Muara Enim Desa Paya Bakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim pada titik koordinat S 03.23073 E 104.43543 seluas 0,5 Ha.

Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, tahun 2017 sampai dengan 22 September 2017 (laporan pukul 20.00 WIB) mencatat berdasarkan hasil pantauan satelit NOAA19 total hotspot sebanyak 2.197 titik, sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.214 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.017 titik / 31,64%).

Sementara berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80%, total hotspot sebanyak 1.561 titik, sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.457 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.896 titik / 54,84%).

Tags

Komentar

 
x